Kalau dirata-rata per hari, angkanya pun naik signifikan. Dari sekitar 57 ribu penumpang per hari di 2024, melonjak jadi hampir 79 ribu penumpang setiap harinya di 2025. Puncaknya terjadi pada Oktober lalu, dengan volume penumpang menyentuh hampir 2,78 juta untuk bulan itu saja. Tren naik ini sudah terlihat sejak Januari dan bertahan hingga Desember.
Dengan 18 stasiun yang membentang dari Dukuh Atas hingga Harjamukti dan Jati Mulya, jaringan LRT ini memang dirancang untuk terhubung. Integrasinya mulus dengan moda lain: mulai dari KRL Commuter Line, Kereta Bandara, Whoosh, MRT Jakarta, hingga TransJakarta. Konektivitas ini jelas jadi salah satu daya tarik utamanya.
Di akhir pernyataannya, Radhitya menegaskan komitmen.
tutupnya. Tampaknya, kepercayaan itu sudah mulai terbangun, dan terlihat dari deretan angka tadi.
Artikel Terkait
Agrinas Palma Cetak Laba Rp 1,6 Triliun di Tahun Pertama
Bank Mandiri Pacu Ekonomi Desa Lewat Kucuran Rp74,9 Triliun untuk UMKM
Pertamina Geothermal Rebut Proyek Panas Bumi 77 MW di Sumatera Barat
Tarif Visa dan Layanan Imigrasi untuk Warga Asing Segera Naik