Kalau melihat kinerja operasionalnya, hingga kuartal ketiga tahun lalu penjualan GDST menyentuh Rp1,8 triliun. Dari angka itu, laba bersih yang berhasil dibukukan sekitar Rp65 miliar atau setara dengan 3,6% dari total penjualan bersih.
Yang menarik, performa ekspor mereka juga cukup moncer. Dalam dua kali pengiriman saja, yakni Agustus dan Oktober 2025, GDST berhasil mengirimkan baja ke Filipina dan Korea Selatan. Volume ekspornya masing-masing 8.000 ton dan 11.000 ton.
Secara kumulatif, hingga Oktober 2025 total ekspor mereka sudah mencapai 22.000 ton. Angka ini melonjak drastis, naik sekitar 590 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Sebuah lompatan yang patut dicatat.
Artikel Terkait
Emas Tembus Rekor Fantastis, USD5.000 Sudah di Depan Mata
IHSG Diprediksi Lanjutkan Koreksi, Investor Waspadai Data Global
Gelombang Jual Hantam Saham Konglomerasi, MSCI Jadi Kambing Hitam?
IHSG Turun Tipis, Analis Soroti Peluang Beli di Tengah Koreksi