Prabowo di Davos: Stabilitas dan Danantara Jadi Modal Indonesia Jadi Negeri Peluang

- Kamis, 22 Januari 2026 | 20:54 WIB
Prabowo di Davos: Stabilitas dan Danantara Jadi Modal Indonesia Jadi Negeri Peluang

Di tengah salju Davos, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pidatonya di hadapan para pemimpin dunia dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026. Suasana ruang sidang yang hangat kontras dengan cuaca di luar, menjadi latar bagi paparan optimisnya tentang kondisi tanah air.

Prabowo dengan percaya diri membeberkan capaian ekonomi nasional. "Ekonomi Indonesia tumbuh lebih dari 5 persen setiap tahun selama dekade terakhir," ujarnya. Tak berhenti di situ, ia melemparkan keyakinan yang lebih besar. "Dan saya yakin bahwa tahun ini pertumbuhan kita akan lebih tinggi. Lebih tinggi lagi."

Menurutnya, stabilitas menjadi kunci utama. Laju inflasi, misalnya, berhasil dipertahankan di angka yang rendah, sekitar 2-3 persen. Di sisi lain, defisit APBN juga dikelola dengan ketat, tetap dijaga di bawah 3 persen terhadap PDB. Ini bukan sekadar klaim.

"Lembaga-lembaga internasional tidak memuji kita karena optimisme yang tidak berdasar," tegas Prabowo, menekankan poin pentingnya. "Mereka melakukannya karena bukti."

Ia melanjutkan, "Inflasi kita tetap sekitar 2 persen. Pengeluaran pemerintah kita sekarang dijaga di bawah 3 persen dari PDB kita. Mereka mengakui bahwa ekonomi Indonesia tangguh. Kebijakan kita telah dan akan selalu terkalibrasi dengan baik."

Namun begitu, pidatonya tak hanya berkutat pada angka-angka. Ada pesan politik yang kuat tentang pilihan jalan bangsa Indonesia. Stabilitas yang dinikmati selama ini, kata Prabowo, adalah buah dari sebuah konsensus nasional.

"Kedamaian dan stabilitas di Indonesia selama bertahun-tahun bukanlah hasil keberuntungan," ungkapnya. Suaranya terdengar tegas. "Itu terjadi karena kita, Indonesia, telah dan akan selalu memilih persatuan daripada perpecahan, persahabatan dan kerja sama daripada konfrontasi."

Pemerintah, lanjutnya, memastikan Indonesia akan terus memilih jalan persahabatan.

Menyebut Danantara

Ada satu hal yang menarik perhatian dalam pidato itu: penyebutan Danantara. Prabowo secara khusus menyinggung lembaga pengelola aset negara tersebut dalam forum bergengsi itu.

"Danantara mengelola aset dan pendapatan sebesar 1 triliun USD," sebutnya. Angka yang fantastis itu, dalam pandangannya, bukan sekadar simpanan. Itu adalah modal sekaligus pengubah permainan.

"Dengan Danantara, saya dapat berdiri di hadapan Anda sebagai mitra yang setara," kata Presiden. Ia menggambarkan sebuah transformasi. "Indonesia kini bukan hanya negeri perdamaian dan stabilitas, Indonesia kini semakin menjadi negeri peluang."

Optimisme itu ia tutup dengan sebuah ramalan. "Saya yakin pertumbuhan kita, perjalanan ekonomi kita, akan sangat mengejutkan banyak orang di dunia."

Dan dengan Danantara, Indonesia merasa kini sejajar dengan banyak mitra global lainnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar