Sandwich Generation: Lima Jurus Bertahan di Tengah Beban Ganda

- Rabu, 21 Januari 2026 | 18:30 WIB
Sandwich Generation: Lima Jurus Bertahan di Tengah Beban Ganda

Menjadi bagian dari generasi sandwich itu berat. Bayangkan, di satu sisi kamu harus mandiri dan mapan, sementara di sisi lain ada tanggung jawab ganda: membiayai orang tua sekaligus menyiapkan masa depan untuk diri sendiri dan keluarga inti. Tekanannya bukan main.

Tekanan finansial dan emosional itu bikin mereka yang berada di posisi ini rentan banget mengalami stres. Bahkan, risiko burnout dan depresi pun meningkat. Menurut sebuah studi dari The Pennsylvania State University di AS, individu yang harus membagi waktu merawat orang tua sekaligus anggota keluarga dewasa lainnya punya risiko hampir dua kali lipat mengalami tekanan psikologis berat.

Belum lagi soal uang. Mereka yang memberi dukungan finansial ke orang tua tercatat punya risiko sekitar 1,6 kali lebih tinggi melaporkan kondisi kesehatan mental yang kurang baik. Ditambah situasi ekonomi yang serba tak pasti seperti sekarang, beban yang dipikul seolah kian menggila.

Tapi, jangan salah. Menjadi generasi sandwich bukan berarti kita cuma bisa pasrah. Ada cara untuk tetap bertahan, bahkan "waras", dalam jangka panjang. Kuncinya ada pada persiapan dan pengelolaan yang tepat.

Nah, buat kamu yang sedang berada di posisi ini, berikut beberapa tips keuangan yang mungkin bisa membantu. Setidaknya, untuk memutus rantai ini agar anak-anakmu nanti tidak merasakan hal yang sama.

Lima Langkah Mengelola Keuangan bagi Generasi Sandwich

1. Punya Peta, Jangan Asal Jalan

Pertama-tama, tetapkan tujuan finansial yang jelas. Siapkan peta keuangan terstruktur. Pisahkan pos untuk orang tua, keluarga inti, dan kebutuhan pribadi. Kalau semuanya dicampur, bakal sulit mengontrol kemana larinya uang.

Jangan lupa juga untuk merencanakan tujuan jangka menengah dan panjang. Dana pendidikan anak, rencana pensiun, itu semua perlu dipetakan dari sekarang agar keuanganmu berkelanjutan.

2. Jangan Lupa Diri Sendiri

Ini yang sering kelewat. Di tengah tuntutan memenuhi kebutuhan banyak pihak, kita kerap mengabaikan diri sendiri. Padahal, menyisihkan dana pribadi itu penting banget untuk menjaga kesehatan mental dan fisik.

Dana ini bisa untuk me time, menekuni hobi, atau sekadar mengembangkan diri. Efeknya? Selain mencegah kelelahan emosional, aktivitas pribadi justru bisa bikin kamu lebih produktif di area hidup lainnya.

3. Bicarakan Terus Terang dengan Keluarga

Komunikasi terbuka itu krusial. Jujur saja soal kondisi finansial dan kemampuanmu. Dengan diskusi yang baik, keluarga bisa bersama-sama menyepakati prioritas bantuan dan batas tanggung jawab finansial.

Langkah ini bukan cuma meringankan beban keuangan, tapi juga menjaga hubungan keluarga tetap sehat dan saling mendukung. Semua jadi punya ekspektasi yang sama.

4. Berpikir Jauh ke Depan dengan Investasi

Menyiapkan investasi sejak dini adalah langkah strategis untuk memutus siklus generasi sandwich. Tabungan pendidikan anak dan dana pensiun, misalnya. Dengan cara ini, kamu bisa memastikan kebutuhan masa depan terpenuhi tanpa membebani generasi berikutnya.


Halaman:

Komentar