ELIT bahkan lebih gila lagi. Sebelum Rabu, sahamnya sudah dua hari berturut-turut tersangkut auto reject atas (ARA), dengan kenaikan masing-masing di atas 24 persen. Dalam sepekan, akumulasinya nyaris 72 persen. Bayangkan, dalam satu bulan harganya hampir dua kali lipat, tepatnya naik 95,96 persen. Wajar saja BEI angkat bicara.
Soal status UMA ini, Bursa Efek Indonesia memberi penjelasan. Mereka bilang, pengumuman ini bukan vonis pelanggaran. Tapi lebih sebagai sinyal untuk investor agar lebih hati-hati.
Intinya, investor diminta mencermati baik-baik sebelum memutuskan untuk masuk atau keluar. Situasinya bisa berubah cepat, dan risikonya tentu harus dihitung matang-matang.
(DESI ANGRIANI)
Artikel Terkait
Harga CPO Melonjak 8% dalam Seminggu, Terbesar Sejak November 2024
Lonjakan Harga Minyak Global Gagal Dongkrak Sektor Energi di Tengah Amukan IHSG
Menkeu Tegaskan THR Karyawan Swasta Tetap Kena Pajak, Sarankan Protes ke Perusahaan
Emas Rebound di Akhir Pekan, Tapi Catat Penurunan Mingguan Pertama dalam Lima Pekan