ELIT bahkan lebih gila lagi. Sebelum Rabu, sahamnya sudah dua hari berturut-turut tersangkut auto reject atas (ARA), dengan kenaikan masing-masing di atas 24 persen. Dalam sepekan, akumulasinya nyaris 72 persen. Bayangkan, dalam satu bulan harganya hampir dua kali lipat, tepatnya naik 95,96 persen. Wajar saja BEI angkat bicara.
Soal status UMA ini, Bursa Efek Indonesia memberi penjelasan. Mereka bilang, pengumuman ini bukan vonis pelanggaran. Tapi lebih sebagai sinyal untuk investor agar lebih hati-hati.
Intinya, investor diminta mencermati baik-baik sebelum memutuskan untuk masuk atau keluar. Situasinya bisa berubah cepat, dan risikonya tentu harus dihitung matang-matang.
(DESI ANGRIANI)
Artikel Terkait
Batu Bara Dominan, KAI Logistik Tumbuh 4% dari Layanan Lain
Perry Warjiyo: Ekonomi Indonesia Harus Tahan Banting di Tengah Badai Global
Deretan Emiten Data Center di BEI: Pilihan Investasi di Balik Tulang Punggung Ekonomi Digital
BI Siapkan Stok Uang Tunai Lebaran, Pastikan Pecahan Kecil Tersedia hingga Daerah 3T