"Opsional, tapi kami terus akan dorong perusahaan untuk memberikan sertifikat kepada peserta magang sesudah mereka 6 bulan. Itu adalah sertifikat kompetensi," tegasnya.
Program ini sendiri dijalankan dalam tiga gelombang. Total pesertanya ditargetkan bisa mencapai 100 ribu orang. Mereka akan menjalani magang selama setengah tahun, baik di sektor swasta maupun instansi pemerintah.
Selain terjun langsung ke perusahaan, ada juga materi pendukung yang disiapkan Kemnaker. Para peserta bisa mengakses pembelajaran soft skill secara daring. Materinya cukup beragam, dirancang khusus untuk mengisi periode enam bulan tersebut.
"Design thinking, emotional intelligence, self-efficacy, cross-cultural collaboration, digital disruption transformation, service orientation, dan social influence," jelas Yassierli merinci.
Semua materi itu, terangnya, bisa diakses dan diikuti peserta melalui kanal media sosial yang telah disediakan.
Artikel Terkait
MR.D.I.Y Indonesia (MDIY) Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun dan Usul Dividen 40%
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Beban Bunga Utang Membengkak Capai Rp99,8 Triliun
IHSG Turun 0,37% ke 7.362,12 Didominasi Tekanan Jual
HAIS Bagikan Dividen Rp26,1 Miliar dari Laba 2025