"Opsional, tapi kami terus akan dorong perusahaan untuk memberikan sertifikat kepada peserta magang sesudah mereka 6 bulan. Itu adalah sertifikat kompetensi," tegasnya.
Program ini sendiri dijalankan dalam tiga gelombang. Total pesertanya ditargetkan bisa mencapai 100 ribu orang. Mereka akan menjalani magang selama setengah tahun, baik di sektor swasta maupun instansi pemerintah.
Selain terjun langsung ke perusahaan, ada juga materi pendukung yang disiapkan Kemnaker. Para peserta bisa mengakses pembelajaran soft skill secara daring. Materinya cukup beragam, dirancang khusus untuk mengisi periode enam bulan tersebut.
"Design thinking, emotional intelligence, self-efficacy, cross-cultural collaboration, digital disruption transformation, service orientation, dan social influence," jelas Yassierli merinci.
Semua materi itu, terangnya, bisa diakses dan diikuti peserta melalui kanal media sosial yang telah disediakan.
Artikel Terkait
Rayuan Investasi Bodong Berevolusi: Dari Janji Pasti Kaya ke Pamer Kemewahan di Medsos
Roda Vivatex Cairkan Dividen Rp200 per Saham, Sentimen Dorong Harga
Listrik Gratis 6 Bulan untuk Korban Banjir di Huntara Aceh dan Sumatera
Dasco Buka Suara: Usulan Tommy Djiwandono ke BI Berasal dari Perry Warjiyo