Namun begitu, rencana itu bukan satu-satunya. Selain rute Bandara-Blok M, Pramono juga menyebut ada satu jalur lain yang sedang digodok: dari Cawang menuju Kawasan Jababeka di Cikarang. Ia menilai kebutuhan untuk rute ini sudah mendesak dan tinggi sekali peminatnya. Semua usulan rute baru ini nantinya akan diajukan resmi ke Kementerian Perhubungan untuk mendapatkan persetujuan.
Di sisi lain, Pramono mengakui bahwa secara infrastruktur, konektivitas transportasi umum di Jakarta sudah cukup baik angkanya bahkan mencapai 92 persen. Sayangnya, pemanfaatannya oleh masyarakat belum maksimal. Inilah salah satu alasan kuat di balik pembukaan rute-rute anyar tersebut.
“Memang sekarang ini saudara-saudara sekalian konektivitas transportasi di Jakarta itu hampir 92 persen, tetapi pemanfaatannya belum maksimum. Maka untuk itu, saya sudah sampaikan kepada Kepala Dinas Perhubungan, untuk Transjabodetabek kita akan buka rute-rute baru,”
Jelas Pramono. Upaya ini diharapkan bisa mendorong lebih banyak warga beralih dari kendaraan pribadi dan memanfaatkan layanan transportasi umum yang tersedia.
Artikel Terkait
Harga CPO Melonjak 8% dalam Seminggu, Terbesar Sejak November 2024
Lonjakan Harga Minyak Global Gagal Dongkrak Sektor Energi di Tengah Amukan IHSG
Menkeu Tegaskan THR Karyawan Swasta Tetap Kena Pajak, Sarankan Protes ke Perusahaan
Emas Rebound di Akhir Pekan, Tapi Catat Penurunan Mingguan Pertama dalam Lima Pekan