Untuk mendukung operasinya, fasilitas produksi IKAN dilengkapi peralatan modern. Mulai dari mesin potong, mesin pembuang kulit dan tulang, vacuum pack, pendeteksi logam, sampai cold storage berkapasitas besar.
Lalu, siapa yang mengendalikan perusahaan ini?
Berdasarkan laporan bulanan per 31 Desember 2025, ada dua pemegang saham pengendali. PT Berkah Delapan Samudera memegang 33,52% saham, sementara Johan Rose menguasai 18%. Sisanya, sekitar 48,48%, dimiliki publik.
Johan Rose sendiri adalah penerima manfaat akhir sekaligus Direktur Utama perusahaan. Di bawah kendalinya, IKAN melepas saham perdana di BEI pada 2020 lalu. Kala itu, mereka menghimpun dana hampir Rp40 miliar dari penawaran harga Rp120 per saham.
Kini, kinerja sahamnya cukup fenomenal. Kenaikan harga pada Selasa kemarin hanyalah puncak gunung es. Dalam setahun terakhir, saham IKAN telah melesat hingga 430%. Sebuah pertumbuhan yang luar biasa untuk sebuah perusahaan yang bisnis utamanya tetap sederhana: mengolah ikan dari laut menjadi komoditas bernilai jual tinggi untuk dunia.
Artikel Terkait
Harga CPO Melonjak 8% dalam Seminggu, Terbesar Sejak November 2024
Lonjakan Harga Minyak Global Gagal Dongkrak Sektor Energi di Tengah Amukan IHSG
Menkeu Tegaskan THR Karyawan Swasta Tetap Kena Pajak, Sarankan Protes ke Perusahaan
Emas Rebound di Akhir Pekan, Tapi Catat Penurunan Mingguan Pertama dalam Lima Pekan