Harmoni Bangkit Lagi: Pintu Baru MRT dan Mimpi Kawasan Transit yang Hidup

- Selasa, 20 Januari 2026 | 10:42 WIB
Harmoni Bangkit Lagi: Pintu Baru MRT dan Mimpi Kawasan Transit yang Hidup

Pintu masuk baru untuk Stasiun MRT Harmoni akhirnya mulai dibangun. PT MRT Jakarta (Perseroda) resmi memulai pembangunan entrance atau pintu masuk stasiun yang terletak di jantung Ibu Kota itu. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, punya harapan besar. Ia ingin kawasan Harmoni nantinya tak cuma jadi sekadar stasiun, melainkan berkembang menjadi kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang hidup.

“Ada Mensesneg, Menseskab, kemudian kantor KSP, dan beberapa kantor yang ada di jalan-jalan yang dekat dengan Istana. Pasti mereka akan menggunakan stasiun ini,”

Ujar Pramono saat groundbreaking, Selasa (20/1) lalu. Alasan itulah yang membuatnya yakin Harmoni punya potensi TOD yang kuat. Bayangkan saja, sekeliling stasiun ini dipenuhi kantor-kantor pemerintahan strategis. Logis kalau nanti para pegawainya akan memanfaatkan transportasi umum ini.

Di sisi lain, Pramono melihat ini sebagai momentum kebangkitan. Menurutnya, Harmoni dulu adalah pusat bisnis yang sangat ramai dan strategis.

“Seperti kita ketahui bersama, daerah ini dulunya adalah salah satu pusat bisnis kita di Harmoni ini. Ini dulu adalah pusat bisnis yang sangat strategis di Jakarta ini sampai dengan Gajah Mada Plaza, semuanya ada di sini,”

Dengan kehadiran MRT, ia berharap denyut bisnis di kawasan itu bisa kembali berdetak kencang.

Lalu, di mana tepatnya pintu masuk ini dibangun? Lokasinya ada di kawasan Duta Merlin. Tuhiyat, Direktur PT MRT Jakarta, membeberkan rinciannya. Stasiun bawah tanah ini akan memakan area seluas 2.186 meter persegi. Spesifiknya, punya panjang 252 meter, lebar 18 meter, dan terletak cukup dalam, 17 meter di bawah permukaan tanah dengan dua lantai. Yang penting, nantinya stasiun ini akan terhubung langsung dengan Halte TransJakarta Harmoni, memudahkan para penumpang untuk berpindah moda.

Soal target operasi, ada dua tahap yang dicanangkan. Tuhiyat menjelaskan, target tahun 2027 adalah untuk operasi dari Bundaran HI sampai Stasiun Monas. Kemudian, perjalanan dilanjutkan.

“Target operasi Pak Gubernur kami targetkan lanjut 2029 dari Harmoni sampai dengan Kota (tua),”

katanya. Artinya, pada 2029 nanti, kita sudah bisa naik MRT dari Harmoni menuju kawasan sejarah Kota Tua.

Namun begitu, perluasan rute tentu butuh persiapan ekstra. Tuhiyat menyebut, untuk mendukung operasi hingga Kota Tua, dibutuhkan tambahan 8 rangkaian kereta (trainset). Kalau nanti mau diperpanjang lagi sampai Ancol, butuh 14 trainset. Nah, masalahnya, butuh tempat untuk merawat dan memarkir kereta-kereta tambahan itu.

“Mau tidak mau memang harus ada depo. Untuk sekarang ini train kita sampai dengan saat ini kita proyeksikan sekarang sedang dalam proses FS itu ada di ujung utara. Jadi kerja sama dengan Jaya Ancol,”

jelasnya. Rencananya, depo baru itu akan dibangun di kawasan Ancol, tentu saja lewat kerja sama dengan pengelola kawasan tersebut. Pembangunan ini jelas langkah konkret. Bukan cuma menambah panjang rel, tapi juga menyiapkan seluruh ekosistem pendukungnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar