Petrosea Lepas Saham Kemilau Mulia Sakti Rp1,73 Triliun demi Fokus Bisnis Inti

- Selasa, 21 April 2026 | 23:30 WIB
Petrosea Lepas Saham Kemilau Mulia Sakti Rp1,73 Triliun demi Fokus Bisnis Inti

PT Petrosea Tbk (PTRO), emiten yang dikendalikan konglomerat Prajogo Pangestu, punya alasan tersendiri di balik rencananya menjual saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS). Rencananya, sebanyak 507.380.875 saham KMS akan dialihkan ke PT Singaraja Putra Tbk (SINI). Lantas, apa motifnya?

Menurut Sekretaris Perusahaan PTRO, Anto Broto, langkah ini adalah bagian dari penataan portofolio usaha. Perusahaan, katanya, sedang giat mengevaluasi semua lini bisnis dan anak perusahaannya. Tujuannya sederhana: memastikan semuanya selaras dengan strategi jangka panjang.

"Dalam beberapa waktu terakhir, perseroan secara aktif melakukan evaluasi terhadap seluruh lini bisnis dan entitas anak guna memastikan keselarasan dengan arah strategis jangka panjang perseroan,"

ujar Anto dalam keterangan resmi ke BEI, Selasa (21/4/2026).

Nah, dari evaluasi itu, muncul kesimpulan. PTRO merasa perlu mengoptimalkan struktur usahanya. Fokusnya akan diperkuat pada bisnis inti, seperti jasa pertambangan, EPC, EPCI, dan logistik terintegrasi. Tak lupa, pengembangan di sektor mineral lain yang dinilai punya prospek cerah ke depan. Lepasnya KMS, menurut Anto, adalah keputusan strategis yang diambil setelah mempertimbangkan hal-hal tersebut.

"Hal tersebut merupakan pertimbangan strategis perseroan,"

tambahnya.

Di sisi lain, transaksi ini juga diharapkan memberi ruang gerak lebih luas. Fleksibilitas dalam mengelola struktur keuangan dan mendukung pengembangan usaha di masa depan menjadi target lain yang ingin dicapai.

Lalu, kemana larinya uang hasil penjualan? Anto menjelaskan, sebagian besar sekitar 70% akan dipakai untuk melunasi pinjaman jangka panjang dari pihak ketiga. Sisa dananya? Itu akan diputar untuk mendukung operasional sehari-hari, investasi, dan kebutuhan korporat lainnya.

Rencana ini berjalan beriringan dengan aksi korporasi SINI. Singaraja Putra berencana menggelar rights issue, dengan menerbitkan maksimal 721,5 juta saham baru bernominal Rp100 per saham. Jika dihitung, nilai maksimalnya bisa mencapai Rp72,15 miliar.

Dana segar dari rights issue itulah yang rencananya akan dipakai SINI untuk membeli saham KMS dari Petrosea. Nilai akuisisi yang disepakati cukup fantastis: Rp1,73 triliun. Angka itu setara dengan 110,27% dari total aset Singaraja Putra sendiri.

Jadi, lewat serangkaian langkah korporasi ini, Petrosea ingin lebih fokus, sementara Singaraja Putra memperluas portofolionya. Keduanya bergerak sesuai strategi masing-masing.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar