Selasa pagi (20/1/2026), IHSG kembali buka dengan catatan positif. Naik 0,24 persen, indeks langsung mencatatkan level All Time High (ATH) baru di 9.156,19. Bahkan, sempat menyentuh 9.169 tak lama setelah perdagangan dimulai.
Namun begitu, penguatan itu tak bertahan lama. IHSG kemudian melambat, hanya menguat tipis 0,03 persen ke posisi 9.136. Pergerakannya pun terbatas. Dari ratusan saham yang diperdagangkan, 298 menguat, 214 melemah, dan sisanya 446 emiten cukup stagnan di tempat. Transaksi awal terpantau cukup cair, mencatatkan volume 3,2 miliar lembar dengan nilai sekitar Rp1,5 triliun.
Kalau lihat indeks acuan lain, gambarnya beragam. IDX30 justru cukup perkasa, naik 0,50 persen ke level 452. Di sisi lain, LQ45, JII, dan MNC36 justru masuk zona merah dengan pelemahan masing-masing 0,36 persen, 0,20 persen, dan 0,58 persen.
Sektor yang jadi penyokong? Energi, keuangan, dan properti masih terlihat hijau. Begitu juga dengan teknologi dan konsumer non-siklikal yang cukup stabil. Tapi sektor lain seperti infrastruktur, bahan baku, dan kesehatan justru memberi tekanan dengan catatan melemah.
Artikel Terkait
IHSG Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Bursa Asia
IHSG Cetak Rekor Lagi, Rupiah Justru Tergelincir ke Level Terendah Sepanjang Masa
OJK Kini Bisa Gugat Pelaku Usaha, Konsumen Tak Perlu Bayar
Harmoni Bangkit Lagi: Pintu Baru MRT dan Mimpi Kawasan Transit yang Hidup