Namun begitu, bukan berarti mereka hanya mengandalkan itu. Soechi Lines juga terbuka untuk skema spot charter, di mana pendapatan sewa dihitung per perjalanan mengangkut kargo dari satu titik ke tujuan yang ditentukan pelanggan. Model ini lebih fleksibel, meski tarifnya bisa berubah-ubah mengikuti pasar.
Di sisi lain, Paula membeberkan posisi perseroan di pasar. Soechi Lines disebut menguasai sekitar 18 persen pangsa pasar untuk kapal tanker minyak. Posisinya cukup kuat, terutama karena mereka fokus pada kapal tanker berukuran besar. Segmen ini, katanya, persaingannya tidak seekstrem di kelas tanker kecil.
Rencana ekspansi juga tak berhenti. Setelah merealisasikan akuisisi dua unit kapal tanker di tahun 2025, tahun ini mereka berencana menambah armada lagi. Tentu saja, rencana ini akan tetap mempertimbangkan banyak hal. Mulai dari kondisi pasar yang fluktuatif, sampai dinamika harga kapal di pasar internasional yang bisa berubah-ubah.
Sementara untuk bisnis galangan kapalnya, targetnya berbeda. Soechi Lines berupaya menjaga utilisasi antara 20 hingga 30 proyek kapal per tahun. Segmen ini terutama menangani proyek perbaikan dan perawatan kapal, yang menjadi penopang bisnis lain di luar penyewaan.
Jadi, dengan strategi kontrak yang matang, perawatan rutin, dan ekspansi yang hati-hati, Soechi Lines berharap bisa mempertahankan ritme pertumbuhannya. Semua demi angka utilisasi di atas 80 persen itu.
Artikel Terkait
IHSG Tembus Rekor Baru, Tapi Tak Bertahan Lama
Analis BNI Sekuritas Soroti Level Krusial 9.100 untuk Lanjutkan Rally IHSG
Harga Emas Antam Tembus Rp 2,7 Juta per Gram, Pajak Beli Turun
Manufaktur Indonesia Tutup 2025 dengan Ekspansi, Optimisme Menggelora ke 2026