“Dalam konteks inilah Danantara Indonesia memposisikan diri tidak hanya sebagai investor, tetapi sebagai pemain strategis dan mitra jangka panjang dalam membangun ketahanan ekonomi dan sosial,” ujar Rosan.
Dia menegaskan, setiap kerja sama yang nantinya terjalin harus punya dua sisi. Tak cuma menguntungkan secara finansial, tapi juga harus bisa memberi dampak nyata bagi transformasi ekonomi di dalam negeri.
Soal fokus investasi, Danantara memang sedang menaruh perhatian besar pada sektor-sektor yang selaras dengan kebutuhan Indonesia dan isu global. Daftarnya panjang, mulai dari penguatan mineral kritis dan keamanan rantai pasok, transisi energi, ketahanan pangan dan kesehatan, sampai pengembangan infrastruktur digital dan membuka peluang ekonomi bagi anak muda.
“Partisipasi Danantara ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra investasi yang kredibel, berorientasi jangka panjang, dan berkontribusi aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global yang berkelanjutan,” katanya menutup penjelasan.
Yang menarik, WEF 2026 ini juga akan diwarnai kehadiran Presiden Prabowo Subianto. Beliau dijadwalkan hadir langsung dan menyampaikan pidato. Jadi, bakal ada dua perwakilan penting Indonesia yang bersuara di kancah yang sama.
Artikel Terkait
IHSG Menguat 1,76%, Saham KOKA dan RODA Pacu Kenaikan
IHSG Bangkit 1,76% ke 7.710, Meski Nilai Transaksi Menyusut Tajam
BUMI Pertahankan Produksi Batu Bara 73-75 Juta Ton pada 2025
MNC Tourism Pacu Pengembangan KEK Lido City Seluas 3.000 Hektare