Paket Ekonomi Andalan Pemerintah Dipastikan Berlanjut hingga 2026

- Senin, 19 Januari 2026 | 05:20 WIB
Paket Ekonomi Andalan Pemerintah Dipastikan Berlanjut hingga 2026

JAKARTA – Pemerintah sudah memastikan. Program paket ekonomi yang jadi andalan bakal terus berjalan hingga 2026. Tujuannya jelas: menjaga momentum pertumbuhan, melindungi daya beli masyarakat, dan tentu saja, membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

Menurut Haryo Limanseto, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, sejumlah program utama tak hanya dilanjutkan, tapi juga akan diperluas cakupannya tahun depan. "Pemerintah saat ini juga terus mematangkan persiapan program Paket Ekonomi yang akan dilanjutkan pada tahun 2026," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.

Nah, program apa saja yang masuk daftar? Beberapa di antaranya adalah program magang nasional, insentif PPh Final 0,5% untuk UMKM yang diperpanjang hingga 2029, dan perpanjangan PPh 21 DTP untuk pekerja sektor pariwisata serta industri padat karya. Tak ketinggalan, perpanjangan insentif PPN DTP untuk perumahan dan diskon iuran JKK-JKM bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU) juga masuk dalam paket.

Sebelum merancang yang 2026, pemerintah sebenarnya sudah punya cetak biru untuk tahun sebelumnya. Paket Ekonomi 2025 dirumuskan dengan delapan program akselerasi, empat di antaranya akan berlanjut, plus lima program khusus penyerapan tenaga kerja. Rancangan ini diharapkan bisa menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan di sektor ketenagakerjaan.

Dan ternyata, sepanjang 2025 ini, implementasinya menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Ambil contoh Program Magang Nasional. Dari ratusan ribu pelamar, realisasinya sudah melampaui target 100.000 peserta. Angka pastinya? 102.696 orang yang terealisasi pada tiga batch pertama.

Di sisi lain, untuk melindungi daya beli, kebijakan PPh 21 DTP bagi pekerja pariwisata dengan gaji hingga Rp10 juta sudah jalan. Ini ditetapkan lewat PMK Nomor 72 Tahun 2025. Perlindungan juga datang dalam bentuk bantuan pangan. Hingga November lalu, penyaluran beras untuk 18,3 juta keluarga sudah nyaris tuntas, realisasinya mencapai 95,86%. Bantuan minyak goreng juga disalurkan dengan capaian persentase yang serupa.


Halaman:

Komentar