Trump Gelontorkan Rp1,67 Triliun ke Obligasi, Sentuh Netflix-Warner Jelang Merger

- Senin, 19 Januari 2026 | 02:15 WIB
Trump Gelontorkan Rp1,67 Triliun ke Obligasi, Sentuh Netflix-Warner Jelang Merger

Donald Trump baru-baru ini menggelontorkan dana segar ke pasar obligasi. Nilainya tak main-main: sekitar 100 juta dolar AS, atau jika dirupiahkan, tembus 1,67 triliun rupiah. Transaksi besar ini terjadi antara pertengahan November hingga akhir Desember tahun lalu, berdasarkan laporan keterbukaan finansial yang baru dirilis.

Yang menarik, di antara deretan pembeliannya, ada nama-nama besar seperti Netflix dan Warner Bros Discovery. Trump membeli obligasi kedua perusahaan itu senilai 2 juta dolar untuk Netflix, plus sejumlah untuk Warner Bros. Ini terjadi hanya beberapa pekan setelah kedua raksasa hiburan itu mengumumkan rencana merger mereka. Agak menggelitik, bukan?

Kalau dilihat lebih detail, mayoritas uangnya justru mengalir ke obligasi pemerintah daerah. Jenis investasi ini diterbitkan oleh berbagai entitas lokal, mulai dari kota, distrik sekolah, perusahaan utilitas, sampai rumah sakit. Tapi, Trump juga tak melupakan obligasi korporasi. Beberapa yang tercatat di portofolionya adalah penerbit bon dari Boeing, Occidental Petroleum, dan General Motors.

Ini bukan kali pertama, tentu saja. Investasi terbaru itu menambah koleksi aset Trump yang kian membengkak selama ia menjabat. Portofolionya sendiri mencakup banyak sektor yang kebetulan bisa diuntungkan oleh kebijakan-kebijakannya. Hal ini, wajar saja, memicu tanda tanya. Banyak yang bertanya-tanya soal potensi konflik kepentingan yang mungkin timbul.

Ambil contoh kasus Netflix dan Warner Bros tadi. Pada Desember lalu, Trump sendiri sempat berkomentar bahwa ia akan memegang peran dalam menentukan apakah akuisisi Warner Bros oleh Netflix senilai 83 miliar dolar itu bisa lanjut atau tidak. Saat ini, kesepakatan itu juga sedang dihadapkan pada tawaran tandingan dari Paramount Skydance. Dan ya, setiap kesepakatan akuisisi besar seperti ini pasti butuh lampu hijau dari regulator.

Menyikapi isu ini, seorang pejabat Gedung Putih yang minta namanya tidak disebutkan memberikan klarifikasi pada Jumat lalu.

Menurut pejabat tersebut, seluruh portofolio saham dan obligasi Trump dikelola secara independen oleh lembaga keuangan pihak ketiga. Trump maupun anggota keluarganya sama sekali tidak punya kendali atau kemampuan untuk memengaruhi keputusan investasi tersebut.

Pada akhirnya, langkah Trump ini mungkin cerminan strategi seorang investor kaya raya. Membeli obligasi memang jadi bagian rutin dari manajemen kekayaannya. Sebelumnya, di periode akhir Agustus hingga awal Oktober 2025, ia juga telah membeli obligasi senilai 82 juta dolar AS. Polanya konsisten, meski nilainya kali ini lebih besar.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar