Ambil contoh kasus Netflix dan Warner Bros tadi. Pada Desember lalu, Trump sendiri sempat berkomentar bahwa ia akan memegang peran dalam menentukan apakah akuisisi Warner Bros oleh Netflix senilai 83 miliar dolar itu bisa lanjut atau tidak. Saat ini, kesepakatan itu juga sedang dihadapkan pada tawaran tandingan dari Paramount Skydance. Dan ya, setiap kesepakatan akuisisi besar seperti ini pasti butuh lampu hijau dari regulator.
Menyikapi isu ini, seorang pejabat Gedung Putih yang minta namanya tidak disebutkan memberikan klarifikasi pada Jumat lalu.
Menurut pejabat tersebut, seluruh portofolio saham dan obligasi Trump dikelola secara independen oleh lembaga keuangan pihak ketiga. Trump maupun anggota keluarganya sama sekali tidak punya kendali atau kemampuan untuk memengaruhi keputusan investasi tersebut.
Pada akhirnya, langkah Trump ini mungkin cerminan strategi seorang investor kaya raya. Membeli obligasi memang jadi bagian rutin dari manajemen kekayaannya. Sebelumnya, di periode akhir Agustus hingga awal Oktober 2025, ia juga telah membeli obligasi senilai 82 juta dolar AS. Polanya konsisten, meski nilainya kali ini lebih besar.
Artikel Terkait
IHSG Menguat 1,76%, Saham KOKA dan RODA Pacu Kenaikan
IHSG Bangkit 1,76% ke 7.710, Meski Nilai Transaksi Menyusut Tajam
BUMI Pertahankan Produksi Batu Bara 73-75 Juta Ton pada 2025
MNC Tourism Pacu Pengembangan KEK Lido City Seluas 3.000 Hektare