Bunganya akan dibayar tiap tiga bulan. Pembayaran pertama dijadwalkan pada 22 April 2026 mendatang. Sementara untuk tanggal jatuh temponya, Seri A berakhir 22 Januari 2029. Seri B pada 22 Januari 2031, dan Seri C paling panjang, jatuh tempo pada 22 Januari 2033.
Lalu, kemana aliran dana segar ini? Setelah dipotong biaya emisi, sebagian besar tepatnya Rp400,93 miliar akan dipakai untuk melunasi sebagian pokok Obligasi I TBS Energi Utama Tahun 2023 Seri A. Jadi, semacam refinancing.
Di sisi lain, sisa dananya yang sekitar Rp46,39 miliar rencananya akan disetorkan sebagai modal ke PT Trisensa Mineral Utama (TMU). Perusahaan ini adalah anak usaha TOBA dengan kepemilikan langsung mencapai 99,99%.
Soal risiko, Pefindo memberi peringkat idA (single A) untuk obligasi ini. Pemeringkatan itu berlaku untuk periode 16 Oktober 2025 hingga 1 Oktober 2026.
(DESI ANGRIANI)
Artikel Terkait
Analis: Ketegangan Geopolitik Picu Pelemahan IHSG, Sektor Energi Jadi Peluang
OJK Bekuk Rp14,5 Triliun dari Dugaan Manipulasi IPO dan Transaksi Semu Saham BEBS
Saham AS Beragam di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Upaya Diplomasi Iran
Wall Street Bergoyang di Tengah Ketegangan Iran dan Sinyal Diplomatik Samar