Persetujuan akhirnya turun juga. PT Vale Indonesia (INCO), salah satu anggota MIND ID, baru saja mengumumkan bahwa Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) mereka untuk tahun 2026 telah dapat lampu hijau dari Kementerian ESDM. Pengumuman itu resmi disampaikan pada Kamis, 15 Januari.
Nah, dengan dokumen itu di tangan, fokus perusahaan kini beralih. Mereka harus secepatnya mengembalikan ritme operasional dan konstruksi di semua lokasi tambangnya Sorowako, Pomalaa, dan Bahodopi. Tujuannya jelas: mengejar ketertinggalan yang terjadi karena ada penghentian sementara kegiatan sebelumnya. Semua harus kembali berjalan optimal.
Kebijakan pemerintah di balik persetujuan ini memang berubah. Jika dulu RKAB disetujui untuk tiga tahun sekaligus, sekarang kembali ke skema tahunan. Perubahan ini dianggap lebih selaras dengan perizinan dasar lainnya.
Presiden Direktur sekaligus CEO Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menyambut baik kepastian ini. Menurutnya, kepastian produksi adalah pondasi krusial.
"Dengan dasar perizinan yang lengkap, seluruh kegiatan kami kini berjalan kembali secara normal, patuh, dan berkelanjutan,"
Artikel Terkait
PPATK Bekukan Rp 4 Miliar, Ungkap Skema Mirip Ponzi Berbalut Syariah
KB Bank Pacu Ekspansi Petro Oxo Nusantara dengan Kredit Sindikasi Rp 1,5 Triliun
BELL Melonjak 34%, Siapa Dalang di Balik Emiten Tekstil Lawas Ini?
Konsumsi Masyarakat Menguat, Inflasi Tetap Terjaga Jelang Pergantian Tahun