Dana IPO PJHB Baru Terserap 20%, Sisa Rp128 Miliar Mengendap di Bank

- Kamis, 15 Januari 2026 | 04:35 WIB
Dana IPO PJHB Baru Terserap 20%, Sisa Rp128 Miliar Mengendap di Bank

PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) baru saja merilis laporannya. Perusahaan pelayaran itu mengungkapkan, hingga akhir tahun 2025, dana hasil IPO yang sudah mereka gunakan baru mencapai Rp25,8 miliar. Angka itu masih jauh dari total dana yang berhasil dikumpulkan.

Kalau dirinci, realisasi itu baru sekitar 20% dari total dana IPO bersih yang mereka kantongi, yakni Rp154,5 miliar. Dana bersih itu sendiri didapat setelah memotong biaya penawaran umum. Sisa dananya? Masih cukup besar, yaitu Rp128,73 miliar. Menurut laporan, uang yang belum dipakai itu saat ini disimpan di sebuah bank dengan imbal hasil bunga 7% per tahun.

Laporan realisasi ini secara resmi telah disampaikan ke BEI dan OJK pada pertengahan Januari lalu.

Sebenarnya, sejak awal PJHB punya rencana yang jelas. Dalam prospektusnya, emiten yang melantai di bursa akhir Oktober 2025 itu bertekad menggunakan seluruh dana hasil IPO untuk menambah armada. Targetnya, membangun tiga unit kapal baru bertipe Landing Craft Tank (LCT).

"Tujuan pembangunan tiga unit kapal LCT baru adalah untuk mendukung pengembangan bisnis perseroan guna memenuhi kebutuhan permintaan pengangkutan alat berat hingga kontainer dari klien,"

Begitu penjelasan manajemen PJHB. Saat ini, kelima kapal LCT yang mereka miliki dikatakan sudah beroperasi penuh. Makanya, tambahan armada dirasa sangat mendesak, apalagi dengan teknologi yang lebih mutakhir.

Untuk mewujudkan proyek ini, PJHB menggandeng dua mitra galangan kapal. Menariknya, kedua perusahaan ini disebut-sebut tidak punya hubungan afiliasi dan juga belum pernah bekerja sama sebelumnya dengan PJHB.

Dari segi spesifikasi, ketiga kapal yang akan dibangun ini cukup besar. Panjangnya 75 meter dengan lebar 16 meter, dan mampu mengangkut beban mati hingga 2.500 DWT. Total biaya yang dibutuhkan untuk membangun ketiganya diproyeksikan mencapai Rp163 miliar. Kekurangannya? Akan ditutup dari kas internal perusahaan.

Jadi, meski realisasi penggunaan dana masih di tahap awal, langkah PJHB untuk ekspansi bisnis tampaknya sudah punya peta yang jelas.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar