Perdagangan saham PT Soechi Lines Tbk dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia. Keputusan suspensi ini berlaku mulai 13 Januari 2026, baik untuk Pasar Reguler maupun Pasar Tunai. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan.
Sejak awal tahun, pergerakan harga saham SOCI memang terlihat liar dan sulit ditebak. Coba lihat saja pada Senin, 12 Januari 2026: sahamnya melesat naik hampir 20 persen, menyentuh level Rp705. Padahal, hari sebelumnya sempat terpuruk. Fluktuasi yang begitu tajam inilah yang akhirnya memicu bursa untuk bertindak, demi menjaga stabilitas pasar.
Menurut sejumlah analis, pola seperti ini jelas mengkhawatirkan. Suspensi yang diberlakukan lebih dari satu hari bursan berturut-turut punya konsekuensi. Saham SOCI bakal dipindahkan ke Papan Pemantauan Khusus. Nantinya, perdagangan akan dilakukan dengan skema full call auction atau FCA.
Lantas, apa kata perusahaan?
Corporate Secretary SOCI, Paula Marlina, angkat bicara. Dalam keterbukaan informasi yang dirilis Rabu (14/1/2026), ia menegaskan bahwa pihak manajemen tidak punya kendali atas gejolak harga di pasar.
“Pergerakan harga saham Perseroan di pasar merupakan hasil dari mekanisme pasar dan berada di luar kendali Perseroan,” ujarnya.
Paula juga memastikan, bisnis tetap berjalan normal. Segala aktivitas operasional, baik di bidang pelayaran maupun galangan kapal, tidak mengalami gangguan. Manajemen pun diklaim tetap fokus menjaga kinerja dan kesehatan keuangan perusahaan untuk jangka panjang.
Intinya, suspensi ini diyakini tidak akan memberi dampak material. Baik dari sisi operasional, hukum, maupun kondisi keuangan, semuanya dinyatakan aman-aman saja. Namun begitu, langkah BEI ini tentu menyisakan pertanyaan bagi para investor. Mereka kini menunggu, bagaimana saham SOCI akan bergerak setelah masa suspensi berakhir dan mekanisme FCA diterapkan.
Artikel Terkait
BFIN Alokasikan Seluruh Saham Treasuri untuk Program MESOP Karyawan
CIMB Niaga Bagikan Dividen Tunai Rp4,07 Triliun pada Mei 2026
Pemegang Saham Setujui Stock Split 1:2 Saham ITSEC Asia
ITSEC Asia Dapat Restu Pemegang Saham untuk Stock Split 1:2