PELNI Logistics Gandeng E-Commerce, Genjot Pengiriman ke Pelosok Lewat Jalur Laut

- Rabu, 14 Januari 2026 | 20:06 WIB
PELNI Logistics Gandeng E-Commerce, Genjot Pengiriman ke Pelosok Lewat Jalur Laut

Bayangkan Anda tinggal di sebuah desa di lereng gunung Garut. Anda membuka ponsel, sinyal ada. Lalu Anda memesan sesuatu di Tokopedia. Setelah itu, yang bisa dilakukan cuma menunggu. Bisa dua minggu lebih barang itu baru sampai. Kenapa? Sederhana saja: tak ada yang mau mengantarkan ke sana. Itulah gambaran kesenjangan logistik yang coba diatasi oleh PT PBM Sarana Bandar Nasional, atau yang lebih dikenal sebagai PELNI Logistics.

Menurut Direktur Utamanya, Sukendra, masalah ini nyata dan mendesak. Meski internet sudah menjangkau banyak tempat, distribusi barang ke pelosok dan pulau-pulau kecil masih terhambat. Moda transportasinya terbatas, sementara ongkir pengiriman udara seringkali tak masuk akal harganya.

"Kita berada di Natuna (misalnya), pencet beli sesuatu, yang (dikirim) naik pesawat. It's impossible," ujar Sukendra dalam Media Briefing di Jakarta Pusat, Rabu (14/1).

"Saya yakin ongkos kirimnya tidak akan ketemu. Kecuali dia memang spesial barang-barang yang dikhususkan dengan tarif dan harga yang berbeda."

Nah, di sinilah rencana mereka muncul. PELNI Logistics punya target ambisius: pada 2026 nanti, mereka ingin layanan pengiriman e-commerce merata hingga ke daerah terpencil. Caranya? Dengan merangkul banyak pihak. Mereka akan bekerja sama dengan PT Pos Indonesia, beberapa BUMN infrastruktur, serta platform raksasa seperti Shopee dan Tokopedia.

Solusi yang diusung sebenarnya kembali ke cara lama yang terbukti tangguh: kapal laut. Sukendra meyakini, pengiriman via laut adalah jawaban paling rasional dan terjangkau untuk menekan biaya logistik yang membengkak.

"Sehingga tidak menutup kemungkinan mau tidak mau mereka hanya menggunakan kapal. Dengan cost dan biaya yang murah," lanjutnya.


Halaman:

Komentar