Perdagangan Rabu (14/1/2026) di Bursa Efek Indonesia menyajikan dua cerita yang bertolak belakang. Dua saham, INDS dan APLN, tiba-tiba masuk dalam pantauan khusus BEI lewat pengumuman Unusual Market Activity (UMA). Reaksi pasarnya? Sungguh berbeda.
INDS, sang produsen komponen otomotif, benar-benar melesat. Sahamnya meroket 25 persen, mentok di auto reject atas di level Rp555. Transaksi ramai sekali, nilai nya tembus Rp37,37 miliar dengan volume hampir 69 juta saham. Ini bukan kenaikan satu hari. Sejak 9 Januari, INDS terus saja naik, setiap hari nyaris sentuh batas atas. Dalam sepekan, kenaikannya fantastis: lebih dari 143 persen. Bayangkan, dalam sebulan malah hampir 148 persen. Rally-nya solid dan berlangsung cepat.
Namun begitu, cerita di sisi lain tak semeriah itu. Saham APLN justru ambil jalan berbeda. Setelah sebelumnya bersinar, saham properti ini terkoreksi 4,9 persen ke Rp194. Padahal, nilai transaksinya malah lebih besar, mencapai Rp74,15 miliar dengan volume jual-beli yang sangat tinggi: 389,6 juta saham. Koreksi ini menarik, karena sebelumnya APLN juga sedang dalam tren naik. Bahkan pada Jumat lalu, sahamnya sempat melonjak 30 persen hingga auto reject. Jadi, meski hari ini turun, secara kinerja mingguan dan bulanan APLN masih impresif naik 73% dan 80% berturut-turut.
Lalu, apa arti pengumuman UMA ini?
Artikel Terkait
Program Pondasi Perbaiki Ratusan Rumah Warga di Kalimantan Tengah
Laba Bersih ITMG Anjlok 49% di Tengah Pelemahan Harga Batu Bara
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 3,085 Juta per Gram Awal Maret
BGN Klarifikasi Insentif Rp6 Juta per Hari untuk Dapur MBG: Skema Efisien, Risiko Ditanggung Mitra