Ledakan Kembali Guncang Khiam Usai Gencatan Senjata Israel-Lebanon Berlaku

- Jumat, 17 April 2026 | 17:45 WIB
Ledakan Kembali Guncang Khiam Usai Gencatan Senjata Israel-Lebanon Berlaku

Ledakan-ledakan keras kembali mengguncang kota Khiam, Lebanon selatan, pada hari Jumat (17/4). Suaranya terdengar jelas, memecah kesunyian yang seharusnya terjaga. Ironisnya, ini terjadi justru beberapa jam setelah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon mulai berlaku.

Menurut laporan kantor berita setempat, NNA, yang dikutip Anadolu Agency, aksi militer Israel itu digambarkan sebagai penghancuran "besar-besaran". Kota Khiam, yang terletak di distrik Marjayoun dan berdekatan dengan perbatasan Israel, menjadi sasaran. Aktivitas ini melibatkan serangkaian ledakan yang intens, sebuah pemandangan yang sayangnya sudah terlalu biasa di wilayah itu.

Gencatan senjata sendiri diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump. Kesepakatan itu resmi berlaku mulai Kamis (16/4) tengah malam waktu setempat, dan direncanakan bertahan untuk sepuluh hari ke depan.

Namun begitu, situasi di lapangan tampaknya tak sepenuhnya tenang.

Militer Lebanon melaporkan sejumlah pelanggaran oleh pihak Israel terhadap kesepakatan yang baru saja diteken. Dalam pernyataan yang dirilis NNA, disebutkan bahwa ada penembakan sporadis yang menyasar beberapa kota dan desa di selatan Lebanon. Ini tentu mengikis kepercayaan dan menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan gencana senjata yang singkat ini.

Di sisi lain, sikap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu cukup jelas. Ia menegaskan bahwa pasukannya akan tetap bertahan di posisi mereka di Lebanon selatan, terlepas dari adanya kesepakatan gencatan senjata. Pernyataan ini, bagi banyak pengamat, seperti memberi sinyal bahwa ketegangan masih sangat mungkin menyala kembali kapan saja.

Jadi, meski ada janji perdamaian dari jauh, suasana di perbatasan utara Israel tetap mencekam. Warga Khiam dan sekitarnya sekali lagi harus menghadapi kenyataan pahit: dentuman masih lebih nyaring daripada kata-kata damai.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar