Selain dari KKP, taruna IPDN dan Poltekstat STIS juga sudah turun tangan. Gabungan tenaga inilah yang diharapkan bisa mempercepat pemulihan.
“Saya yakin kalau kekuatannya cukup, 2 minggu juga sudah selesai. Nah, ini tambah-tambah alat berat nanti,” tambahnya penuh keyakinan.
Namun begitu, bantuan yang diharapkan bukan cuma fisik. Tito berharap setiap kelompok taruna bisa menyumbangkan keahlian khusus mereka.
“Kita juga nanti minta bantu untuk masing-masing dengan kemampuan teknis ilmu masing-masing. Contohnya IPDN ngurusin, bantuin kepala dinas, sistem pemberitahuannya bisa berjalan. BPS melakukan pendataan. Setelah pembersihan-pembersihan, pendataan yang miskin berapa, segala macam,” paparnya.
Ada satu hal lain yang tak kalah penting: dampak ekonomi. Kehadiran ribuan personel ini diharapkan bisa menggerakkan kembali roda perekonomian lokal yang sempat terhenti.
“Ada warung-warung yang buka, jualan buah, dari pagi sampai sore yang beli cuma dua orang setelah itu busuk. Kedatangan TNI, Polri, Praja IPDN, taruna, ini dengan ada uang saku masing-masing, itu bisa belanja. Membuat kemudian ekonomi berputar,” pungkas Tito.
Jadi, selain urusan pembersihan dan rehabilitasi, ada harapan besar agar denyut kehidupan di daerah terdampak bisa segera kembali normal.
Artikel Terkait
IHSG Sentuh Rekor Baru, Saham-saham Siklikal Pimpin Pesta di Bursa
Jembatan Cincin Donat Siap Sambungkan Empat Kuadran Dukuh Atas pada 2026
IHSG Melaju 84 Poin, Rupiah dan Saham-saham Gacoan Ikut Menguat
Gila! Saham Komoditas Melonjak Gila-gilaan, Ada yang Tembus 69% dalam Sebulan