Di tengah hiruk-pikuk persiapan menyambut Ramadan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung justru melontarkan peringatan serius. Ia mengkhawatirkan gelombang efek dari konflik global yang memanas, terutama antara AS, Israel, dan Iran, yang bisa sampai menerpa perekonomian Jakarta. Intinya sederhana: perang bisa bikin harga-harga melambung.
“Kita harus berhati-hati,” tegasnya. Pramono menyampaikan hal ini di Pondok Pesantren Al Hamid Putra, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu lalu.
“Komunikasi akan terus dijaga untuk mengawal Jakarta. Soalnya, perang pasti punya dampak, entah itu langsung atau tidak langsung,” imbuhnya.
Kekhawatiran utamanya tertuju pada satu titik rawan: jalur transportasi dunia. Menurut Pramono, Selat Hormuz yang jadi urat nadi distribusi energi global adalah contoh krusial. Gangguan di sana, katanya, bakal langsung mengacaukan rantai pasok dan mendorong inflasi.
“Kalau ada apa-apa di sana, ya sudah pasti harga-harga ikut naik. Supply chain-nya bakal kacau,” ujar Pramono menjelaskan.
Namun begitu, Pemprov DKI tak tinggal diam. Pramono memastikan pihaknya akan terus memantau situasi global dengan ketat. Tujuannya, menjaga stabilitas ibu kota, terlebih di momen jelang Ramadan dan Idul Fitri nanti. Ia pun mengajak semua elemen masyarakat untuk ikut menjaga kondusivitas.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Harapkan Harmoni Imlek dan Ramadan Bawa Kedamaian
Presiden Prabowo: Imlek 2026 Momentum Persatuan, Bertepatan dengan Ramadan
KJRI Jeddah Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Timur Tengah Usai Ketegangan Militer
Ketegangan Timur Tengah Ganggu Penerbangan, 58 Ribu Jamaah Umrah Indonesia Terdampak