Dolar AS Menggila di Asia, The Fed Siap Diam Meski Ditekan Trump

- Rabu, 14 Januari 2026 | 10:20 WIB
Dolar AS Menggila di Asia, The Fed Siap Diam Meski Ditekan Trump

Data inflasi yang jadi biang keributan ini menunjukkan kenaikan harga konsumen AS sebesar 0,3 persen pada Desember. Penyumbang utamanya adalah sewa rumah dan harga makanan. Kenaikan ini juga menandai berakhirnya efek penurunan artifisial di bulan November, yang waktu itu dipicu oleh penutupan pemerintahan.

Nah, dengan data segar ini, pasar kini hampir yakin betul The Fed akan berdiam diri. Probabilitasnya mencapai 95,6 persen bahwa suku bunga tak akan berubah dalam rapat dua hari yang berakhir 28 Januari. Angka itu tak bergeser dari hari sebelumnya.

Di sisi lain, suasana pasar Asia pagi ini terbilang cukup tenang. Volatilitas kebanyakan pasangan mata uang masih rendah. Trader tampaknya menunggu keputusan penting dari Mahkamah Agung AS soal legalitas tarif darurat yang dulu diterapkan Trump.

Pergerakan mata uang utama pun beragam. Dolar AS nyaris tak bergerak terhadap yen Jepang, bertahan di 159,025 yen. Begitu pula terhadap yuan China di pasar Hong Kong, stagnan di 6,9708. Pasar juga sedang menanti data perdagangan China untuk Desember yang akan dirilis sebentar lagi.

Dolar Australia sedikit bernafas lega, naik 0,1 persen ke USD0,6688. Dolar Selandia Baru juga menguat tipis dengan persentase yang sama, ke USD0,5740. Sementara itu, euro dan poundsterling seperti kehabisan tenaga, masing-masing diam di USD1,1642 dan USD1,3423.


Halaman:

Komentar