Sampoerna Agro Resmi Berganti Nama Usai Dikuasai Raksasa Korea

- Rabu, 14 Januari 2026 | 06:15 WIB
Sampoerna Agro Resmi Berganti Nama Usai Dikuasai Raksasa Korea

Di sebuah ruang rapat di Jakarta, Selasa lalu, para pemegang saham PT Sampoerna Agro Tbk memutuskan sebuah babak baru. Mereka sepakat mengubah nama perusahaan yang sudah dikenal lama itu. Nantinya, ia akan disebut sebagai PT Prime Agri Resources Tbk. Keputusan ini, seperti yang banyak ditebak, tak lepas dari akuisisi yang dilakukan raksasa Korea Selatan, POSCO International Corporation.

Rapat itu sendiri berlangsung di North Tower, Sampoerna Strategic Square. Yang menarik, dukungannya hampir bulat. Pemegang saham yang mewakili 98,42 persen saham atau setara 1,37 miliar lembar mengangguk setuju. Suara mayoritas yang sangat jelas.

“Menyetujui perubahan nama perseroan dari semula PT Sampoerna Agro Tbk menjadi PT Prime Agri Resources Tbk,”

Begitu bunyi pernyataan resmi manajemen SGRO usai rapat. Tapi, jangan buru-buru. Nama baru itu belum bisa langsung dipasang di pintu kantor.

Masih ada satu tahap krusial: persetujuan dari Kementerian Hukum RI. Proses birokrasi ini menentukan segalanya. Kalau misalnya nama “Prime Agri Resources” ditolak, perusahaan sudah siap dengan plan B. Opsi cadangannya adalah PT Prime Agro Resources Tbk atau PT Premier Agri Resources Tbk. Jadi, masih ada amunisi lain.

Latar belakang perubahan ini, tentu saja, adalah transaksi kepemilikan besar-besaran. Sebelumnya, Sampoerna Group lewat Twinwood Family Holdings Limited melepas seluruh sahamnya di Sampoerna Agro. Pembelinya adalah POSCO, yang kini memegang kendali 65,72 persen. Langkah strategis ini disebut-sebut untuk memperkuat ekosistem bisnis CPO POSCO di Indonesia. Ambisi mereka jelas terlihat.

Selain ganti nama, papan pengurus perusahaan juga mengalami pergeseran. Kong, Byoungsun resmi didapuk sebagai Komisaris Utama, mengambil alih posisi Eka Dharmajanto Kasih yang mengundurkan diri. Pergantian pengendali biasanya memang membawa angin perubahan di jajaran dewan.

Namun begitu, tidak semua berubah. Di sisi lain, jajaran Direksi dan Komisaris lainnya tetap dipertahankan. Budi Setiawan Halim, misalnya, masih dipercaya memegang tampuk Direktur Utama. Stabilitas di tengah perubahan tetap dijaga.

Kini, tinggal menunggu lampu hijau dari pemerintah. Transisi dari Sampoerna Agro ke Prime Agri Resources tinggal selangkah lagi.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar