Ancaman Bom Palsu Terjadi di Rumah Kakak Paus Leo XIV di Chicago

- Jumat, 17 April 2026 | 11:40 WIB
Ancaman Bom Palsu Terjadi di Rumah Kakak Paus Leo XIV di Chicago

Suasana mencekam sempat menyelimuti sebuah rumah di New Lenox, area Chicago, AS, Rabu malam lalu. Ancaman bom dilaporkan ke alamat itu rumah yang ternyata ditempati oleh John Prevost, sang kakak dari Paus Leo XIV. Geger ancaman ini terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden Donald Trump melontarkan serangan verbal terhadap pemimpin umat Katolik sedunia itu.

Paus Leo, yang punya nama asli Robert Francis Prevost, memang berasal dari Chicago. Kritiknya yang keras terhadap perang AS di Iran rupanya memantik respons keras dari Trump pada Minggu sebelumnya. Lalu, ancaman bom pun menyusul di rumah keluarga.

Menurut keterangan Departemen Kepolisian New Lenox, laporan itu mereka terima. Mereka tak main-main. Anjing pelacak bom langsung dikerahkan, dan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh. Warga sekitar pun sempat dievakuasi ke tempat yang lebih aman, seperti diminta polisi.

Tapi, setelah semua dicek dengan cermat, hasilnya nihil.

"Setelah pemeriksaan cermat, para penyelidik menentukan bahwa ancaman tersebut tidak berdasar dan tidak ada alat peledak atau bahan berbahaya yang ditemukan," begitu bunyi pernyataan resmi kepolisian, seperti dilansir The Hill dan Reuters.

Warga akhirnya diizinkan pulang. Untungnya, tak ada korban luka dalam insiden ini. Meski begitu, rasa was-was tentu belum sepenuhnya hilang.

Nah, yang jadi pertanyaan besar sekarang: siapa dalangnya dan apa motifnya? Polisi masih mengusut tuntas kasus laporan palsu ini. Mereka menegaskan, menyampaikan laporan bohong adalah tindak pidana serius yang bisa berujung pada dakwaan.

"Insiden ini masih dalam penyelidikan, dengan otoritas setempat berupaya menentukan asal-usul laporan tersebut. Menyampaikan laporan palsu seperti ini merupakan pelanggaran serius dan dapat berujung pada dakwaan pidana," tegas mereka.

Ancaman bom palsu ke keluarga Paus ini jelas meninggalkan pertanyaan yang menggelitik. Di satu sisi, bisa jadi ini hanya ulah iseng. Tapi, waktu kejadiannya yang berdekatan dengan keributan verbal Trump dan Paus, membuat banyak orang menghubung-hubungkannya. Polisi masih bekerja. Kita tunggu saja kelanjutannya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar