Di balik tampilan toko ikan cupang yang biasa-biasa saja di Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, ternyata ada bisnis gelap yang berjalan. Polsek Metro Gambir baru-baru ini berhasil membongkar peredaran obat keras ilegal yang memakai kedok usaha ikan hias itu. Jenis yang disita, tramadol dan hexymer, bukan main-main.
Semuanya berawal dari sebuah laporan warga. Menurut Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold EP Hutagalung, ada panggilan masuk ke call center 110 Polri. Waktu itu, Kamis (16/4) sore sekitar pukul empat lebih sedikit. Laporannya jelas: ada penjualan obat terlarang di lokasi tersebut.
Laporan itu langsung diteruskan. Tak butuh waktu lama, tim Reskrim Polsek Metro Gambir yang dipimpin Ipda Bambang Nugroho bergerak cepat. Mereka mendatangi toko itu untuk memastikan kebenaran informasinya.
Dan benar saja. Dari pengecekan di tempat, seorang pria berusia 22 tahun dengan inisial JH diamankan. Dia diduga kuat menjual obat keras daftar G secara ilegal. Modusnya ya itu, pura-pura jual ikan cupang.
Barang buktinya cukup mencengangkan. Polisi menyita ratusan butir obat-obatan terlarang. Ada tramadol, trihexyphenidyl, dan eximer. Kalau dihitung semua, totalnya mencapai 592 butir. Jumlah yang tidak sedikit untuk peredaran di tingkat lokal.
Kapolres Reynold menegaskan, keberhasilan ini menunjukkan dua hal. Pertama, peran aktif masyarakat itu sangat krusial. Kedua, respons polisi harus cepat. “Layanan 110 hadir untuk memastikan setiap laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat,” ujarnya pada Jumat (17/4/2026).
“Ini bukti bahwa ketika masyarakat peduli dan melapor, polisi hadir memberikan solusi,” tambahnya.
Kombes Reynold tak lupa mengimbau. Masyarakat diharap tidak ragu. Melaporkan aktivitas mencurigakan apapun melalui 110 adalah langkah awal yang penting agar polisi bisa bergerak.
Untuk saat ini, JH dan barang bukti masih diamankan di Polsek Metro Gambir. Penyidikan masih terus berjalan, mendalami kemungkinan apakah ada jaringan lain di balik peredaran ini. Polisi masih mengembangkan kasus ini lebih jauh.
Artikel Terkait
Pentagon Ajak GM dan Ford Dongkrak Produksi Persenjataan
Indonesia Tanggapi Usulan Filipina Soal Cadangan Minyak Bersama ASEAN
Mantan Suami Ditangkap Kurang dari Sehari Usai Diduga Bunuh Mantan Istri di Serpong
Pertamina Siap Produksi Komersial Bioavtur dari Jelantah Maret 2026