Nah, peresmian infrastruktur energi terintegrasi ini sendiri dilakukan sehari sebelumnya, yaitu Senin (12/1), oleh Menteri Pertahanan sekaligus Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Proyek raksasa ini menelan investasi yang tak main-main: USD 7,4 miliar atau kalau dirupiahkan, sekitar Rp 123 triliun.
Dampaknya signifikan. Dengan diresmikannya proyek ini, Kilang Balikpapan milik PT Pertamina (Persero) secara otomatis naik kelas. Ia kini jadi kilang terbesar di tanah air. Kapasitas pengolahannya melonjak dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari. Sebuah lompatan yang cukup berarti.
Jadi, dari Balikpapan, pasokan energi nasional terutama untuk kawasan Timur diharapkan bakal lebih lancar dan terjamin. Semua mata kini tertuju pada operasional berkelanjutan proyek strategis ini.
Artikel Terkait
Transaksi Kripto Indonesia Tembus Rp 482 Triliun di Tengah Gejolak Global
BRImo Kini Hadirkan Layanan Dana Pensiun Lengkap dalam Genggaman
Diskon 50% Iuran BPJS Ketenagakerjaan Siap Ringankan Beban Ojol Mulai 2026
Stok Beras Pemerintah Tembus 3,36 Juta Ton, Bapanas: Tak Perlu Impor