PWON sebenarnya sudah lama go public. Mereka mencatatkan saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia jauh pada tahun 1989. Kala itu, mereka melepas 3 juta saham dengan harga penawaran Rp7.300 per lembar. Hasilnya? Mereka mengantongi dana segar sekitar Rp21,90 miliar.
Siapa yang mengendalikan sahamnya? Laporan bulanan per 31 Desember 2025 menunjukkan, pengendali utama adalah PT Pakuwon Arthaniaga. Mereka memegang sekitar 33,07 miliar saham atau setara 68,68% dari total saham yang beredar.
Porsi kepemilikan publik tercatat sekitar 30,98%, atau setara 14,91 miliar saham. Nah, di balik semua itu, pemilik utama atau penerima manfaat akhir dari perusahaan ini adalah Alexander Tedja.
Dia saat ini menjabat sebagai Presiden Komisaris di PT Pakuwon Jati Tbk.
Kembali ke performa saham hari ini, PWON benar-benar bersinar. Pada sesi kedua, tepatnya sekitar pukul 14.15 WIB, harga sahamnya berada di level Rp394 per saham. Angka itu menunjukkan kenaikan sekitar 12% dari harga pembukaan.
Dalam rentang satu bulan, pertumbuhannya cukup solid, mencapai 15,12%. Namun, jika dilihat dalam setahun terakhir, kenaikannya lebih landai, yaitu sekitar 3,66%.
Begitulah sekilas profil dan bisnis dari PT Pakuwon Jati Tbk. Perusahaan properti yang dari Surabaya ini, kini telah menjadi raksasa dengan proyek-proyek ikonik di berbagai kota.
Artikel Terkait
Setelah 32 Tahun, Kilang Balikpapan Resmi Jadi yang Terbesar dengan Investasi Rp 123 Triliun
Prabowo Beri Simon Mandat Penuh: Bersihkan Pertamina, Jangan Ragu Pecat yang Tak Bekerja Baik
Kilang Balikpapan Jadi Penopang, Impor Solar Resmi Dihentikan
Prabowo Resmikan Kilang Balikpapan, Kapasitas Melonjak dan Impor Solar Ditargetkan Berhenti