Saham Pakuwon Jati (PWON) Melonjak 13%, Kembali Jadi Primadona Pasar

- Senin, 12 Januari 2026 | 15:00 WIB
Saham Pakuwon Jati (PWON) Melonjak 13%, Kembali Jadi Primadona Pasar

Hari ini, saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) jadi perhatian. Masuk dalam jajaran top gainers, sahamnya melesat naik sekitar 13 persen dan diperdagangkan di kisaran Rp398 hingga Rp400 per saham pada sesi kedua. Performa yang cukup menarik di tengah pasar yang beragam.

Lalu, sebenarnya PWON ini bergerak di bidang apa? Perusahaan ini adalah pemain besar di sektor properti dan real estat. Mereka fokus pada pengembangan properti, dengan konsentrasi awal di Surabaya dan kemudian merambah ke Jakarta. Jadi, inti bisnisnya ya di sana.

Kalau dilihat dari portofolionya, jenis properti yang mereka garap cukup lengkap. Mulai dari pusat perbelanjaan atau mal, apartemen, gedung perkantoran, sampai kawasan superblok dan hunian skala besar (township). Beberapa proyeknya pasti sudah familiar di telinga kita: Gandaria City, Superblok Kota Kasablanka, Tunjungan Plaza, dan Pakuwon City.

Menurut informasi dari laman resmi perusahaan, Pakuwon Jati berdiri sejak 1982. Mereka mengklaim diri sebagai pelopor konsep superblok di Indonesia. Proyek perdananya adalah Tunjungan Plaza di Surabaya, yang pada masanya merupakan mal pertama di kota tersebut.

Kini, Tunjungan Plaza sudah berkembang pesat. Kawasan itu punya enam bangunan plaza dan dikenal sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Surabaya. Bisa dibilang, ini adalah superblok pertama mereka. Selama kurang lebih dua dekade, bisnis PWON memang berpusat di Surabaya sebelum akhirnya berekspansi.

Ekspansi ke Jakarta baru dimulai tahun 2007. Mereka membangun Gandaria City, dan dua tahun setelahnya menyusul dengan pengembangan Superblok Kota Kasablanka. Setelah itu, langkah mereka makin agresif.

Perluasan terus dilakukan, baik dengan akuisisi maupun pengembangan proyek baru. Beberapa kota besar lain seperti Semarang, Yogyakarta, Bali, Bekasi, dan Solo pun masuk dalam peta bisnis mereka.

Kepemilikan Saham dan Performa Terkini

PWON sebenarnya sudah lama go public. Mereka mencatatkan saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia jauh pada tahun 1989. Kala itu, mereka melepas 3 juta saham dengan harga penawaran Rp7.300 per lembar. Hasilnya? Mereka mengantongi dana segar sekitar Rp21,90 miliar.

Siapa yang mengendalikan sahamnya? Laporan bulanan per 31 Desember 2025 menunjukkan, pengendali utama adalah PT Pakuwon Arthaniaga. Mereka memegang sekitar 33,07 miliar saham atau setara 68,68% dari total saham yang beredar.

Porsi kepemilikan publik tercatat sekitar 30,98%, atau setara 14,91 miliar saham. Nah, di balik semua itu, pemilik utama atau penerima manfaat akhir dari perusahaan ini adalah Alexander Tedja.

Dia saat ini menjabat sebagai Presiden Komisaris di PT Pakuwon Jati Tbk.

Kembali ke performa saham hari ini, PWON benar-benar bersinar. Pada sesi kedua, tepatnya sekitar pukul 14.15 WIB, harga sahamnya berada di level Rp394 per saham. Angka itu menunjukkan kenaikan sekitar 12% dari harga pembukaan.

Dalam rentang satu bulan, pertumbuhannya cukup solid, mencapai 15,12%. Namun, jika dilihat dalam setahun terakhir, kenaikannya lebih landai, yaitu sekitar 3,66%.

Begitulah sekilas profil dan bisnis dari PT Pakuwon Jati Tbk. Perusahaan properti yang dari Surabaya ini, kini telah menjadi raksasa dengan proyek-proyek ikonik di berbagai kota.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar