Meski Ramadan sudah di depan mata, rencana untuk menghentikan sementara ekspor kelapa rupanya belum ada. Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, dengan tegas menyatakan hal itu. Ia bilang, harga kelapa di pasaran saat ini masih terbilang bagus.
"Sementara belum ada," ujar Sudaryono, Senin (12/1) lalu, saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian.
Kalau kita lihat ke belakang, wacana moratorium ini sebenarnya bukan hal baru. Di Mei 2025 silam, isu ini sempat mencuat. Saat itu, harga kelapa tiba-tiba melejit. Muncul usulan moratorium ekspor kelapa bulat, bahkan rencana pengenaan pungutan ekspor. Situasinya cukup panas.
Nah, terkait permintaan yang biasanya naik saat Ramadan, Sudaryono tampaknya tak terlalu khawatir. Ia mengacu pada pengalaman Ramadan dan Lebaran tahun 2025 lalu. Menurutnya, saat itu harganya juga bagus-bagus saja.
"Kan, kelapa bagus harganya, kan. Ini saya ngomong bukan mahal harga, ya, tapi kelapa bagus harganya, kan, bukan sekarang (saja). Lebaran yang lalu juga harganya bagus dan so far kita kendalikan lah," jelasnya.
Di sisi lain, ada alasan lain yang ia kemukakan. Dengan harga yang stabil dan baik, rakyat kecil yang justru diuntungkan. Sudaryono memandang kelapa sebagai komoditas milik rakyat. Sebab, dari hulu, kebun-kebun kelapa itu kebanyakan ditanam langsung oleh masyarakat.
Artikel Terkait
IHSG Menguat Tipis, Saham MSKY dan APLN Melonjak di Tengah Aksi Jual Sektor Infrastruktur
Eksportir dan Perbankan Dituntut Lincah Hadapi Gejolak Perdagangan Global
600 Huntara Resmi Diserahkan, Warga Aceh Tamiang Mulai Tempati Hunian Sementara
Rupiah Terperosok Lagi, Sentimen Domestik Jadi Beban Berat