Huntara Korban Bencana di Aceh dan Tapsel Dikebut, Target Selesai Sebelum Ramadan

- Minggu, 11 Januari 2026 | 12:36 WIB
Huntara Korban Bencana di Aceh dan Tapsel Dikebut, Target Selesai Sebelum Ramadan

Target pemerintah cukup jelas: hunian sementara untuk para korban bencana di Aceh dan Tapanuli Selatan harus sudah siap sebelum Ramadan tiba. Proyek yang dikerjakan Kementerian PU ini memang dikebut.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan hal itu dalam sebuah keterangan tertulis, Minggu lalu.

"Kita juga sedang membangun huntara, total ada 1.606 unit. Targetnya sebelum masuk bulan Ramadan selesai semua, itu sesuai arahan dari BNPB," ujarnya.

Kalau dirinci, pembangunannya tersebar di beberapa titik. Untuk Tapsel, Kementerian PU membangun 431 unit. Sementara di Aceh, jumlahnya lebih banyak lagi. Kabupaten Bener Meriah mendapat 480 unit, Aceh Utara 400 unit, lalu Pidie Jaya 211 unit. Nah, yang di Aceh Tamiang, 84 unit, justru sudah lebih dulu rampung sejak Sabtu kemarin.

Pembangunan di Aceh Tamiang itu bisa dibilang yang pertama kelar. Kawasan huntara di sana nantinya bakal menampung sekitar 336 jiwa, atau setara dengan 84 kepala keluarga. Setiap bloknya didesain untuk 12 KK, kira-kira 48 orang.

Fasilitas pendukungnya juga disiapkan. Mulai dari toilet umum, jaringan air bersih, sanitasi, sampai instalasi listrik dan pencahayaan. Jadi, meski bersifat sementara, kebutuhan dasar penghuninya diusahakan terpenuhi.

Soal konstruksi, Kementerian PU memilih sistem modular dengan rangka baja ringan. Sistem ini bukan hal baru. Selain kuat dan tahan lama, keunggulan utamanya adalah kecepatan pembangunan. Dalam situasi darurat seperti ini, faktor waktu jelas sangat krusial.

Dody Hanggodo pun meyakinkan, "Kami menggunakan sistem modular baja yang sudah biasa kita pakai selama ini di mana-mana, dan sudah terbukti secara kualitas serta tahan lama."

Harapannya, dengan sistem yang sudah teruji itu, huntara-huntara ini tak cuma cepat berdiri, tapi juga bisa memberikan rasa nyaman dan layak bagi warga yang menempatinya, setidaknya sampai mereka bisa kembali pulang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar