Perhitungannya sederhana, tenang, seperti guru matematika yang santai melihat muridnya panik:
Betul. Tiga ratus delapan juta tahun. Menurut kalkulator, logika dasar, dan sedikit keikhlasan, hitungan ini masih sangat masuk akal. Terutama buat manusia yang tidak berencana meninggal dunia.
Persoalannya lalu bergeser. Bukan lagi soal disiplin, tapi soal batas usia manusia. Rata-rata umur global sekitar 72 tahun. Waktu 308 juta tahun itu harus dilewati oleh kurang lebih 4,3 juta kali estafet keturunan. Sebuah rencana keuangan yang mensyaratkan umat manusia untuk konsisten, jujur, dan tidak khilaf selama jutaan generasi. Gila, kan?
Dinosaurus Pun Masih Punya Waktu Luang
Agar angkanya terasa, kita pinjam sejarah alam. Homo sapiens baru muncul sekitar 300.000 tahun lalu. Dinosaurus punah sekitar 65 juta tahun yang lalu. Artinya, untuk menyamai kekayaan Musk dengan cara menabung, Anda butuh waktu hampir lima kali lipat jarak antara kepunahan dinosaurus dan kemunculan kita.
Bayangkan: kalau Anda mulai menabung pas asteroid menghantam Bumi, tabungan Anda hari ini masih belum cukup. Itu pun kalau dinosaurus rajin setor tiap hari. Ini bukan metafora. Ini aritmatika telanjang.
Lho, Kok Bisa Segitunya?
Dalam teori distribusi kekayaan, perbedaan kecil dalam tingkat imbal hasil bisa ciptakan kesenjangan besar dalam jangka panjang. Thomas Piketty merumuskannya sederhana: r > g. Ketika imbal hasil modal (r) lebih besar dari pertumbuhan ekonomi (g), kekayaan akan makin terkonsentrasi.
Penabung harian bermain di jalur pertumbuhan linear. Elon Musk bermain di jalur eksponensial. Membandingkan keduanya tanpa melihat struktur ekonomi itu kesalahan kategori. Sayangnya, sering dibungkus dengan bungkus motivasi yang menarik.
Di sinilah banyak orang mulai keliru dan bilang hitungannya "ngawur". Biasanya karena salah satuan, salah kurs, atau terlalu percaya pada kekuatan konsistensi pribadi.
Penutup: Tetaplah Hidup dalam Skala Manusia
Pada titik ini, demi kesehatan mental, Anda boleh percaya bahwa Elon Musk itu alien. Alien dalam arti ekonomi. Spesies yang hidup di habitat valuasi, opsi saham, dan struktur modal global. Fotosintesisnya langsung dari pasar keuangan.
Kita? Kita hidup di skala manusia. Skala gaji, tabungan, cicilan, dan sesekali nikmatin kopi enak. Dan itu tidak salah.
Menabung 100 juta sehari tetaplah pencapaian luar biasa. Cuma, menjadikannya jembatan untuk menyamai Musk adalah ekspektasi yang menuntut waktu lebih panjang daripada umur spesies kita sendiri.
Jadi, tetaplah hidup pada skala manusia. Biarkan para alien itu mengurus planet ekonominya sendiri.
Artikel Terkait
Iran di Ambang Perubahan: Krisis Ekonomi dan Gejolak Sosial Menggerus Fondasi Republik Islam
Bulog Siapkan Satu Juta Ton Beras Premium untuk Ekspor ke Pasar ASEAN
Target Pajak 2025 Meleset, Pemerintah Diduga Pakai Jurus Super Maut
Tamagotchi Paradise Cetak Rekor, Gen Z dan Nostalgia Kidult Jadi Pendorong Utama