Trump Gempur Perusahaan Kartu Kredit: Janji Batas Bunga 10% Mulai 2026

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 22:35 WIB
Trump Gempur Perusahaan Kartu Kredit: Janji Batas Bunga 10% Mulai 2026

Donald Trump kembali membuat pernyataan yang mengejutkan. Lewat akun Truth Social-nya, Presiden AS itu menyerukan agar suku bunga kartu kredit dibatasi maksimal 10 persen per tahun. Seruan itu, katanya, akan efektif mulai 20 Januari 2026.

"Efektif 20 Januari 2026, saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, menyerukan pembatasan suku bunga kartu kredit sebesar 10 persen selama satu tahun," tulis Trump.

Dia terlihat geram. Dalam postingannya, Trump berjanji tak akan membiarkan rakyat Amerika "diperas" oleh perusahaan kartu kredit. Hanya saja, dia sama sekali tidak menjelaskan bagaimana caranya mewujudkan hal itu. Strategi apa yang akan dipakai untuk memaksa perusahaan patuh, itu masih jadi tanda tanya besar.

Janji ini sebenarnya bukan hal baru. Saat berkampanye di Pilpres 2024 lalu, Trump sudah mengangkat isu yang sama. Kemenangannya saat itu membuat banyak orang menunggu realisasi janjinya.

Namun begitu, hingga kini belum ada langkah konkret. Di sisi lain, upaya legislasi serupa sebenarnya pernah digulirkan di Kongres. Sayangnya, berbagai proposal yang diajukan belum ada satu pun yang berhasil menjadi undang-undang. Prosesnya mandek.

Kondisi ini memantik kritik. Para anggota parlemen dari Partai Demokrat tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyoroti hal ini. Mereka menilai Trump, yang berasal dari kubu Republik, gagal merealisasikan komitmen kampanyenya sendiri.

Lantas, bagaimana tanggapan pihak-pihak yang terkait? Gedung Putih memilih diam. Mereka tidak segera memberikan komentar atas seruan presiden tersebut.

Reaksi serupa datang dari sejumlah raksasa keuangan. Bank-bank besar seperti JPMorgan, Citigroup, dan Bank of America, termasuk penerbit kartu kredit ternama macam American Express dan Capital One, juga belum memberikan tanggapan. Semuanya masih menunggu dan melihat, sepertinya.

Jadi, apakah wacana batas bunga 10 persen ini akan benar-benar terwujud? Hanya waktu yang bisa menjawab. Untuk sekarang, seruan Trump itu lebih terdengar seperti guntur di musim kemarau keras bunyinya, tapi hujan belum tentu turun.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar