Di sisi lain, ada beberapa indikator risiko yang perlu dicermati. Premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia untuk tenor 5 tahun, misalnya, sedikit merangkak naik. Per 8 Januari, angkanya berada di 69,57 basis poin, naik dari posisi 67,62 bps di awal bulan.
Pergerakan serupa terlihat pada imbal hasil obligasi pemerintah. Pada Kamis lalu, yield SBN tenor 10 tahun menyentuh 6,05 persen, mengalami kenaikan. Berbeda dengan tren di AS, di mana imbal hasil surat utang pemerintah mereka justru turun ke level 4,167 persen.
Menanggapi dinamika ini, BI menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas.
"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia," pungkas Ramdan.
Jadi, meski ada sedikit angin dari pasar obligasi, arus modal asing yang masuk di pekan pertama ini tetap memberi sinyal awal yang cukup optimis untuk pasar keuangan kita.
Artikel Terkait
Harga Minyak Diprediksi Tertekan hingga 2026, Baru Pulih Setelahnya
Pasar Tenaga Kerja AS Mandek, Tapi Tingkat Pengangguran Justru Menyusut
Beras untuk Rakyat 2026 Dijamin Aman, Stok Bulog Capai 3,2 Juta Ton
Iran di Ambang Perubahan: Krisis Ekonomi dan Gejolak Sosial Menggerus Fondasi Republik Islam