Harga Minyak Melonjak 3% Usai Gejolak Venezuela dan Ancaman Pasokan Global

- Jumat, 09 Januari 2026 | 08:06 WIB
Harga Minyak Melonjak 3% Usai Gejolak Venezuela dan Ancaman Pasokan Global

Kabarnya, pemerintahan Trump bahkan mengundang pimpinan perusahaan perdagangan komoditas Vitol dan Trafigura ke Gedung Putih pada Jumat (9/1) untuk membahas pemasaran minyak Venezuela. Demikian menurut empat sumber yang mengetahui hal tersebut.

Sementara itu, dari India, Reliance Industries operator kompleks kilang terbesar dunia mengatakan akan pertimbangkan beli minyak Venezuela jika diizinkan dijual ke pembeli non-AS. Saat ini, produksi Venezuela hanya sekitar 1 persen dari pasokan minyak dunia.

Geopolitik memang lagi panas. Sebuah kapal tanker tujuan Rusia dilaporkan kena serangan drone di Laut Hitam, sampai-sampai minta bantuan Penjaga Pantai Turki dan alihkan rute. Informasi ini datang dari Lloyd’s List Intelligence dan sumber keamanan maritim terpisah.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga angkat bicara. Ia menyatakan teks jaminan keamanan bilateral antara Kyiv dan Washington “pada dasarnya sudah siap” untuk difinalisasi bersama Trump.

Belum selesai. Senator Republik AS Lindsey Graham menyatakan Trump akan mengizinkan rancangan undang-undang sanksi bipartisan yang menargetkan negara-negara yang berbisnis dengan Rusia untuk diproses di Kongres. Rusia sendiri adalah produsen minyak terbesar kedua di dunia setelah AS.

Di Irak, kabinet mereka setujui rencana menasionalisasi operasi di ladang minyak West Qurna 2 salah satu yang terbesar di dunia. Pemerintah berupaya mencegah gangguan akibat sanksi AS terhadap pemegang saham Rusia, Lukoil.

Lalu ada Iran. Presidennya, Masoud Pezeshkian, memperingatkan pemasok dalam negeri agar tidak menimbun atau menaikkan harga barang secara berlebihan. Peringatan ini muncul di tengah reformasi subsidi berisiko tinggi dan gelombang protes akibat kesulitan ekonomi.

“Iran memiliki sejarah panjang protes, dan tidak ada tanda-tanda bahwa rezim berada di ambang kejatuhan. Namun, tergantung bagaimana situasi berkembang, ekspor minyak Iran, yang setara dengan 2 persen pasokan global bisa terancam,” kata Pavel Molchanov, analis strategi investasi di Raymon James.

Kondisinya makin tegang. Kelompok pemantau internet NetBlocks melaporkan pemadaman internet nasional di Iran pada Kamis (8/1) itu, saat protes ekonomi masih berlangsung. Irak dan Iran adalah dua produsen minyak terbesar di OPEC setelah Arab Saudi. Jadi, setiap gejolak di sana pasti bikin pasar minyak dunia ikut deg-degan.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar