“Lifting kita tercapai tapi harganya memang lagi turun. Memang harga komoditas sekarang lagi turun semua,” keluhnya.
Meski ada catatan kurang bagus di PNBP migas, Bahlil juga memaparkan soal investasi di sektor ESDM. Totalnya mencapai USD 31,7 miliar. Rinciannya, minerba menyumbang USD 6,7 miliar, lalu migas dominan dengan USD 18 miliar. Sektor listrik menyusul di angka USD 4,6 miliar, sementara EBTKE berkontribusi USD 2,4 miliar.
Tapi, ada yang mengganjal. Bahlil mengakui ada koreksi investasi dibanding tahun sebelumnya.
“Pasti teman-teman tanya, dibandingkan dengan 2024 dan 2025, investasi ada terjadi koreksi. Di mana koreksinya? Di listrik,” ungkapnya.
Menanggapi hal ini, dia berencana segera duduk bersama dengan manajemen PT PLN. Fokusnya adalah mendorong percepatan proyek pembangkit listrik baru yang sudah tercantum dalam RUPTL. Menurut Bahlil, butuh usaha ekstra untuk mewujudkannya.
“Ini saya lihat memang butuh effort dan kerja keras agar bisa tercapai,” tutupnya.
Artikel Terkait
Antam Gencar Eksplorasi, Siapkan Rp 246 Miliar untuk Buru Emas, Nikel, dan Bauksit
Januari, Lelang Panas Bumi yang Sempat Mandek Kembali Dibuka
Wall Street Beringsut di Tengah Data Tenaga Kerja dan Ketegangan Mahkamah Agung
Ultra Voucher Genjot Ekspansi, Targetkan Integrasi dengan Seluruh EDC BCA pada 2026