Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan menggelar konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 pukul 13.30 WIB. Di situlah performa anggaran tahun lalu akan dipaparkan secara menyeluruh.
Investor, tentu saja, punya daftar pertanyaan panjang. Mereka ingin tahu rincian pendapatan negara dan realisasi belanjanya. Besaran defisit juga jadi sorotan, karena ada kekhawatiran angka itu membengkak melebihi target. Realisasi pendapatan, terutama dari sektor pajak, akan jadi indikator vital untuk mengukur ketahanan fiskal kita di tengah gejolak global.
Tak kalah penting, detail belanja untuk program-program prioritas juga dinanti. Seperti bagaimana realisasi Makanan Bergizi Gratis (MBG), serta alokasi dana untuk subsidi dan bansos sepanjang tahun 2025. Semua data itu akan jadi bahan pertimbangan untuk langkah selanjutnya di pasar.
Jadi, meski pagi ini IHSG merayakan rekor barunya, suasana di lantai bursa masih penuh dengan antisipasi. Menunggu laporan dari Menkeu yang bisa menentukan arah perdagangan sesi selanjutnya.
Artikel Terkait
Cadangan LPG Nasional Kembali Normal Setelah Sempat Kritis
ARNA Bagikan Dividen Rp330 Miliar, Yield Capai 8,4%
Cimory Bagikan Dividen Rp1,59 Triliun dari Laba Bersih Rp2,03 Triliun
IHSG Melonjak 2,07%, Sentimen Beli Dominasi Pasar Saham