CMA yakin, perubahan ini bakal menarik lebih banyak lagi uang dari luar negeri.
Sebenarnya, ini bukan langkah tiba-tiba. CMA sudah menyiapkan fondasinya sejak Juli 2025 lalu. Kala itu, mereka menyederhanakan prosedur buka dan kelola rekening investasi untuk beberapa kelompok, seperti warga asing yang tinggal di negara-negara GCC dan mantan residen Saudi atau GCC.
Langkah itu bisa dibilang fase transisi. Tujuannya buat membangun kepercayaan terhadap Pasar Utama dan, tentu saja, mendukung ekonomi domestik.
Menurut CMA, kebijakan terbaru ini adalah kelanjutan dari pendekatan bertahap mereka dalam membuka pasar. Ini membuka jalan buat langkah-langkah berikutnya, dengan cita-cita menjadikan bursa Saudi sebagai pasar internasional yang mampu menyerap arus modal asing lebih besar.
Oh ya, soal regulasinya sendiri, drafnya sudah beredar lebih dulu. CMA mempublikasikannya melalui Platform Elektronik Terpadu untuk konsultasi publik pada Oktober 2025 silam. Jadi, keputusan ini nggak datang secara mendadak; sudah melalui proses pertimbangan yang cukup panjang.
Artikel Terkait
IHSG Melaju ke 9.000, Saham RLCO Melonjak 25%
Harga Emas Antam Melonjak Rp 7.000, Konsumen Bebas PPh 22
IHSG Melonjak 54 Poin, Rupiah Justru Tergerus di Awal Perdagangan
Gubernur Fed Serukan Pemotongan Bunga 150 Bps untuk Dongkrak Lapangan Kerja