PT Solusi Environment Asia Tbk, atau SOFA, baru-baru ini mengambil langkah strategis. Perusahaan ini membentuk sebuah konsorsium khusus untuk mengikuti tender proyek waste-to-energy yang digelar oleh PT Danantara Investment Management. Proyek ini cukup dinantikan di kalangan pelaku industri.
Menurut keterbukaan informasi yang dirilis pada Jumat (2/1/2026), konsorsium ini tak sendirian. Mereka menggandeng beberapa mitra, yaitu Hunan Construction Engineering Group Co dari Tiongkok, Kintan Usahasama Sdn Bhd dari Malaysia, dan satu entitas lokal. Entitas lokal itu adalah PT Parivarta Energi Nusantara (PEN), yang tak lain adalah anak usaha SOFA sendiri. Perlu diketahui, PEN ini sebelumnya bernama PT Pratama Satya Prima (PSP).
Keputusan pembentukan konsorsium ini sudah resmi, lho. Semuanya ditetapkan lewat Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham yang ditandatangani tepat di akhir tahun, tanggal 31 Desember 2025. SOFA bertindak sebagai pemegang saham pengendali dalam keputusan tersebut.
Nah, selain menyetujui perubahan nama anak usahanya, para pemegang saham juga sepakat untuk hal lain. Mereka menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor di PEN. Tujuannya jelas, untuk mendukung pengembangan bisnis ke depan. Yang menarik, mereka juga melibatkan PT Sebelas Bersaudara Sinergi sebagai mitra lokal strategis dalam langkah ini.
Seluruh tambahan modal itu nantinya akan diambil alih dan disetor penuh oleh PT Sebelas Bersaudara Sinergi. Dengan begitu, entitas tersebut secara otomatis akan menjadi pemegang saham baru di PT Parivarta Energi Nusantara (PEN).
Sebelum semua ini terjadi, PSP yang sekarang jadi PEN sebenarnya sudah mulai melebarkan sayap. Mereka memperluas cakupan bisnisnya dengan memasuki dua bidang baru: pengelolaan sampah (waste management) dan pembangkit tenaga listrik.
Di segmen pengelolaan sampah, kegiatan usahanya mencakup banyak hal. Mulai dari treatment dan pembuangan sampah tidak berbahaya, produksi kompos dari sampah organik, sampai pemulihan material barang logam dan bukan logam. Cukup komprehensif.
Sementara di sektor energi, tambahan kegiatannya juga signifikan. PSP kini bergerak di bidang pembangkit tenaga listrik, transmisi tenaga listrik, bahkan mengelola pembangkit, transmisi, dan penjualan tenaga listrik dalam satu paket usaha yang terintegrasi.
Langkah-langkah ini menunjukkan geliat SOFA dan anak perusahaannya untuk menggarap peluang di sektor hijau dan energi, yang semakin panas diperbincangkan.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Puasa 2026
S&P DJI Lanjutkan Rebalancing Indeks di Indonesia, Pantau Perkembangan Regulasi BEI
S&P Dow Jones Tetap Lanjutkan Rebalancing Indeks di Indonesia Meski Kompetitor Tunda
S&P Tetap Lanjutkan Rebalance Indeks Indonesia di Tengah Keraguan Pesaing