Rapat pemegang saham PT Jasa Raharja pada Rabu lalu akhirnya memutuskan siapa yang akan memimpin perusahaan pelat merah itu. Muhammad Awaluddin, mantan Wakil Direktur Utama Telkom, resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama yang baru. Pengangkatan ini jadi bagian dari RUPSLB Tahun Buku 2025 yang digelar di penghujung tahun.
Menurut laporan Antara, Jumat kemarin, perubahan tak cuma terjadi di pucuk pimpinan. Ada pergeseran posisi yang cukup signifikan di tubuh direksi. Dewi Aryani Suzana, yang sebelumnya memegang kendali operasional sekaligus menjabat Plt. Direktur Utama, kini beralih peran menjadi Direktur Hubungan Kelembagaan. Posisi yang ditinggalkannya itu akan diisi oleh Ariyandi.
Lalu, ada Rubi Handojo. Tanggung jawabnya bertambah. Dari sebelumnya mengurusi SDM dan umum, kini ia juga mendapat amanah untuk mengelola Teknologi Informasi. Sementara itu, dua nama lain tetap bertahan di posisinya masing-masing: Bayu Rafisukmawan di keuangan dan Harwan Muldidarmawan untuk urusan kepatuhan dan manajemen risiko.
Lantas, siapa sebenarnya Muhammad Awaluddin?
Pria kelahiran Jakarta, 15 Januari 1968 ini bukan nama baru di jagat BUMN. Jejaknya panjang, merambah sektor telekomunikasi, transportasi, hingga layanan publik. Latar belakang pendidikannya dimulai dari teknik elektro di Universitas Sriwijaya, yang diselesaikannya pada 1990.
Ia kemudian melanjutkan studi manajemen ke Eropa, meraih gelar MBA dari European University di Antwerpen, Belgia. Gelar doktornya dalam Ilmu Manajemen ia dapatkan dari Universitas Padjadjaran pada 2016, melengkapi kualifikasi akademisnya.
Kariernya berawal dari Perumtel, cikal bakal Telkom Indonesia, di awal tahun 90-an. Dari posisi teknis, ia merangkak naik. Pernah jadi General Manager di Kandatel Jakarta Pusat, lalu Vice President untuk komunikasi pemasaran, hingga menduduki sejumlah posisi manajerial strategis lainnya.
Pada 2010, kepercayaan yang lebih besar datang. Awaluddin dipercaya memimpin PT Infomedia Nusantara, anak usaha Telkom. Perjalanannya di grup telekomunikasi itu terus berlanjut, dengan memegang portofolio direktur untuk lini enterprise dan bisnis.
Namun, publik mungkin lebih mengenalnya saat ia memegang kendali PT Angkasa Pura II. Di bawah kepemimpinannya, sejumlah bandara mengalami transformasi layanan dan operasional. Ia fokus pada peningkatan kualitas untuk penumpang dan efisiensi bisnis, sebelum akhirnya meninggalkan posisi itu di akhir 2023.
Setelahnya, ia sempat menjadi Komisaris Utama PT Pelni. Lalu, pada Mei 2025, ia kembali ke Telkom sebagai Wakil Direktur Utama. Tak lama berselang, pemerintah menugaskannya untuk memimpin Jasa Raharja, mengisi kursi direktur utama yang kosong.
Dengan semua perubahan ini, berikut susunan direksi PT Jasa Raharja yang baru:
- Direktur Utama: Muhammad Awaluddin
- Direktur SDM, Umum, dan TI: Rubi Handojo
- Direktur Keuangan: Bayu Rafisukmawan
- Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko: Harwan Muldidarmawan
- Direktur Hubungan Kelembagaan: Dewi Aryani Suzana
- Direktur Operasional: Ariyandi
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Puasa 2026
S&P DJI Lanjutkan Rebalancing Indeks di Indonesia, Pantau Perkembangan Regulasi BEI
S&P Dow Jones Tetap Lanjutkan Rebalancing Indeks di Indonesia Meski Kompetitor Tunda
S&P Tetap Lanjutkan Rebalance Indeks Indonesia di Tengah Keraguan Pesaing