Lalu, bagaimana dengan target IHSG 10.000 yang terdengar ambisius itu? Purbaya justru meyakini angka itu bisa dicapai. "Tahun ini 10.000 [IHSG]. Itu bukan angka yang mustahil dicapai," ucap Bendahara Negara tersebut dengan nada meyakinkan.
Ia kemudian bercerita sedikit soal pengelolaan ekonomi. Sekarang, ia merasa memegang kendali penuh bersama Gubernur BI Perry Warjiyo dan jajaran lainnya. Situasinya berbeda dengan tahun lalu yang terasa masih 'separuh-separuh'. Koordinasi yang lebih optimal inilah yang diharapkan bisa mendorong kinerja lebih baik.
Namun begitu, Purbaya tak lupa memberi pesan kepada investor. Ia mengingatkan agar mereka jeli membaca peluang dan jangan sampai ketinggalan momen saat pasar sedang menguat. "Investor-investor yang jeli, jangan sampai ketinggalan," pesannya singkat.
Bagaimana dengan isu saham 'gorengan' yang kerap bikin resah? Menanggapi hal ini, Purbaya menyatakan pemerintah masih mengamati langkah pengawasan dari BEI dan OJK. Soal insentif untuk BEI dalam rangka penertiban praktik itu, ia mengaku belum ada permintaan resmi yang diajukan.
"Belum. Mereka [BEI] belum minta insentif. Kalau mereka minta insentif, saya akan tanya apa prestasinya, berapa orang [saham gorengan] yang ditangkap," imbuhnya dengan logika yang gamblang.
Jadi, suasana hati di pasar saham pagi itu terasa hangat. Dibuka dengan kenaikan, lalu diikuti dengan proyeksi optimis dari pucuk pimpinan. Tinggal menunggu waktu, apakah optimisme ini akan berbuah manis di akhir tahun.
Artikel Terkait
Bank Danamon Bagikan Dividen Rp1,39 Triliun untuk Tahun 2025
PT Palapa Ring Barat Tunjuk Hekal Syamsuddin Yahya sebagai Direktur Baru
NCKL Habiskan Dana IPO Rp9,99 Triliun untuk Pelunasan Utang dan Ekspansi Bisnis
Folago Global Nusantara (IRSX) Cetak Laba Bersih Rp25,3 Miliar, Melonjak 4.768% di 2025