Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sendiri baru saja dibuka untuk tahun 2026. Ini adalah kelanjutan dari tahun 2025 yang cukup spektakuler bagi pasar modal Indonesia. Bayangkan saja, sepanjang tahun lalu, IHSG berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all-time high (ATH) sebanyak 24 kali. Angka yang luar biasa.
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, sebelumnya telah membeberkan detailnya. Puncak penguatan terjadi pada 8 Desember, dengan IHSG menyentuh 8.710,69. Momen bersejarah itu sekaligus mendorong kapitalisasi pasar melampaui psikologis baru: Rp16.000 triliun.
"All time high kita tercapai di 8 Desember dengan nilai 8.711, market cap kita tembus Rp16.000 triliun. Berapa kali all time high selama setahun ini? 24 kali,"
kata Iman dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Capaian 24 kali ATH itu, menurut Iman, jelas melampaui catatan periode-periode sebelumnya. Jika ditarik benang merah, pergerakan IHSG di era kepemimpinan Purbaya di Kemenkeu menunjukkan tren yang cukup agresif. Pada penutupan akhir tahun 2025, tepatnya di hari Selasa itu, IHSG ditutup menguat tipis 0,03 persen ke level 8.646,94.
Kini, semua mata tertuju pada 2026. Akankah prediksi sang menteri terbukti? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Bulog Siap Salurkan 720 Ribu Ton Beras Bansos untuk 18 Juta Keluarga pada 2026
BEI Bidik Peringkat 10 Besar Global, Targetkan Transaksi Harian Rp 15 Triliun
Operasional Vale Terhenti, Sahamnya Malah Meroket
600 Huntara Siap Huni di Aceh Tamiang, Target 15.000 Unit dalam Tiga Bulan