Wall Street mengakhiri tahun 2025 dengan catatan merah. Di hari terakhir perdagangan, Rabu (31/12), sentimen ambil untung mendominasi, membuat indeks utama AS terkikis.
Pasar global sendiri memang masih terasa lesu. Di tengah kondisi itu, banyak investor memilih mengamankan keuntungan mereka, terutama dari aset-aset seperti logam mulia, setelah melalui satu tahun yang penuh gejolak.
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average anjlok 303,77 poin. Sementara itu, S&P 500 juga ikut terpuruk. Nasdaq Composite tak luput dari tekanan, turun 177,09 poin atau sekitar 0,76 persen ke level 23.241,99.
Tapi jangan salah. Jika dilihat dari kaca mata yang lebih luas, performa sepanjang 2025 justru sangat impresif. Ini adalah tahun ketiga berturut-turut pasar saham AS berada di zona hijau, dengan kenaikan yang cukup solid.
Secara tahunan, ketiga indeks utama itu membukukan kenaikan dua digit. S&P 500 naik 16,39 persen, Nasdaq melonjak 20,36 persen, dan Dow Jones menguat 12,97 persen. Semua itu tak lepas dari euforia besar-besaran terhadap saham-saham berbasis kecerdasan buatan atau AI, yang berhasil membawa indeks ke rekor tertinggi baru, meski tahun ini juga diwarnai ketidakpastian kebijakan dari pemerintahan Donald Trump.
Artikel Terkait
Laba Bersih Trisula International Melonjak 33% pada 2025 Didorong Ekspor
BSA Logistics Targetkan Rp302 Miliar dari IPO, Mayoritas untuk Akuisisi Perusahaan Afiliasi
WIKA Pangkas Utang Rp3,87 Triliun Meski Rugi Bersih Membengkak
WBSA Jadi Emiten IPO Pertama 2026, Harga Saham Perdana Rp168