Warga Ciracas Temukan Proyektil Diduga Peluru Nyasar di Dalam Rumah, Masih Terasa Panas

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:35 WIB
Warga Ciracas Temukan Proyektil Diduga Peluru Nyasar di Dalam Rumah, Masih Terasa Panas

Seorang warga Ciracas, Jakarta Timur, Hamidah (50), dibuat terkejut setelah menemukan proyektil yang diduga peluru nyasar jatuh di dalam rumahnya. Ia mengaku sempat memegang benda tersebut yang masih terasa panas saat tersentuh tangannya. Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 20 Mei, sekitar pukul 09.50 WIB, di kediamannya yang berada di Gang Nangka, Kelapa Dua Wetan.

Saat kejadian, Hamidah sedang berada di ruang tengah bersama anaknya. Ia mengaku mendengar suara mirip ledakan kecil, seperti petasan, yang tidak terlalu keras. Setelah suara itu, ia melihat sebuah benda kecil tergeletak di dekat kaki anaknya. Tanpa berpikir panjang, ia memungut benda tersebut.

“Saya pegang. Posisi pelurunya tuh masih panas. Cuma ujung itunya tuh sudah bengkok gitu,” kata Hamidah saat ditemui di rumahnya, Sabtu, 23 Mei 2026.

Menurut pengakuannya, peluru tersebut berwarna seperti kuningan dan berukuran tidak sampai dua ruas jari kelingking. Ia mengaku tidak sempat melihat nomor seri karena keterbatasan pengetahuannya sebagai orang awam. “Nggak sampai dua ruas kok. Di sini (kelingking), satu setengah ruas. Pelurunya kayak dari kuningan dia, bahan pelurunya. Saya pegang spontan, panas,” jelasnya.

Setelah kejadian itu, Hamidah sempat bertanya kepada polisi mengenai proyektil yang ia temukan. Petugas dari Polsek Ciracas berusaha menenangkannya dan meminta agar benda tersebut segera diamankan. “Tapi kemarin juga nanya sih sama, aku tanya polisi, ‘Enggak apa-apa, Bu,’ katanya gitu. Terus langsung saya masukin plastik,” imbuhnya.

Peluru yang diduga nyasar itu kini telah dibawa oleh pihak kepolisian untuk menjalani uji forensik. Sementara itu, Hamidah menceritakan bahwa ia baru menyadari adanya lubang di plafon rumahnya setelah memeriksa bagian atas. Ia menduga lubang itu merupakan jalur masuknya proyektil tersebut. “Posisi aku duduk sini. Jadi pelurunya di sini nih, di depan. Nah, di sini si Adek nih bobo di sini. Cuma kepala, kepala di sini, kaki sebelah sini. Jadi persis di samping kaki si Adek,” ungkapnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar