MANADO – Menjelang puncak keramaian Natal dan Tahun Baru, BNI Kantor Wilayah 11 Suluttenggomalut sudah bersiap. Komitmen mereka jelas: layanan perbankan harus tetap lancar, meski di tengah euforia liburan panjang 2025/2026.
Wilayah kerjanya cukup luas, mencakup empat provinsi; Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, sampai Maluku Utara. Nah, untuk memastikan nasabah tak kesulitan, BNI mengklaim telah menyiapkan segalanya. Mulai dari ketersediaan uang tunai di mesin hingga layanan digital, semuanya dioptimalkan.
Soal ATM dan CRM, ini jadi perhatian utama. Bayangkan saja, kalau sampai mesinnya macet atau yang lebih parah kehabisan uang saat dibutuhkan. Ribet, kan? Makanya, persiapan dilakukan ekstra ketat.
Menurut keterangan pihak bank, dana yang disiapkan untuk mengisi jaringan ATM dan CRM mereka tak main-main: Rp 636,86 miliar. Angka yang fantastis. Tapi, uang saja tak cukup. Mereka juga turunkan tim khusus yang berjaga 24 jam penuh untuk memantau kondisi mesin-mesin itu.
Regional CEO Wilayah 11, Didi Suprijanto, menjelaskan lebih detail.
"Kami punya tim EDR yang siaga penuh, 24 jam. Tugasnya memantau operasional ATM khusus selama periode Nataru ini," ujarnya.
Patroli pun dilakukan, bahkan sampai malam hari. Tujuannya sederhana: jika ada masalah, laporan bisa cepat masuk dan perbaikan bisa segera dilakukan. Jadi, gangguan diharapkan bisa diminimalisir.
Secara total, mesin ATM yang tersebar di empat provinsi itu berjumlah 458 unit. Didi merincikan, Sulut punya porsi terbanyak dengan 224 unit. Disusul Sulawesi Tengah (126 unit), Maluku Utara (68 unit), dan Gorontalo (40 unit).
Namun begitu, BNI tak hanya mengandalkan mesin. Mereka punya jaringan agen yang luas.
"Kita juga memaksimalkan Agen BNI46 yang jumlahnya mencapai 9.525 agen. Khusus di Sulawesi Utara saja ada 4.041 agen. Mereka ini sangat membantu, terutama untuk menjangkau daerah-daerah yang jauh dari kantor atau ATM," kata Didi menambahkan.
Jadi, strateginya dua arah: teknologi dijaga ketat, sementara kehadiran manusia lewat agen juga diperkuat. Semua demi satu hal: memastikan transaksi masyarakat tetap berjalan mulus, kapan pun dan di mana pun, saat liburan nanti.
Artikel Terkait
IHSG Menguat 1,22% ke 8.031,87, Transaksi Tembus Rp17,74 Triliun
IHSG Menguat 1,22% ke Level 8.031, Sektor Barang Baku dan Energi Jadi Penggerak
Rupiah Menguat ke Rp16.805 Didorong Sentimen Global dan Optimisme Domestik
KKP Dorong Pengelolaan Rantai Dingin Profesional di Kampung Nelayan Merah Putih