LIVERPOOL Menang 4-1 atas Qarabag di Liga Champions memang hasil yang bagus. Tapi Arne Slot tampaknya enggan berpuas diri. Suasana di ruang konferensi pers pasca-pertandingan justru sedikit memanas ketika sang manajer, mungkin tanpa perlu, menyelipkan soal kekalahan memalukan dari Atalanta di Liga Europa musim lalu.
Bagi sebagian pengamat, itu adalah langkah yang tidak perlu. Memberi amunisi tambahan untuk mereka yang selalu mencari celah untuk mengkritik. Tapi di balik itu, sebenarnya ada pesan yang ingin disampaikan Slot.
Intinya begini: mereka yang bilang gelar Liga Premier musim panas lalu hanya diraih karena dia mewarisi tim Jurgen Klopp, jelas keliru melihat gambaran besarnya. Ya, Liverpool yang dia terima memang bukan tim sempurna. Dan musim ini, meski ada kekurangan, prestasi meraih titel juara itu tetaplah nyata. Tidak bisa diabaikan begitu saja.
Namun begitu, tekanan untuk meningkatkan performa di liga domestik jelas terasa. Dan pertanyaan besarnya sekarang bukan tentang masa lalu, melainkan apakah momentum di Liga Champions ini bisa dibawa untuk memompa semangat tim di Premier League.
Ambil contoh laga Sabtu nanti melawan Newcastle United di Anfield. Akankah suporter yang datang ke stadion punya keyakinan lebih setelah melihat pesta gol tengah pekan? Jujur saja, mungkin tidak terlalu. Tapi setidaknya, ada secercah harapan yang muncul dari lini serang.
Harapan itu bernama Florian Wirtz dan Hugo Ekitike. Dua rekrutan mahal senilai £195 juta itu mulai menunjukkan taring. Wirtz, si maestro asal Jerman, perlahan tapi pasti menunjukkan kelasnya. Gol dan assistnya sudah mulai berdatangan total lima gol dan tujuh umpan matang sejauh ini. Kelasnya benar-benar terlihat di ajang Eropa.
Hubungannya dengan Ekitike pun kian mesra. Striker Prancis itu sendiri sudah membukukan 13 gol dan empat assist. Bisa dibilang, dia adalah pembelian yang paling langsung berdampak.
“Mereka berdua adalah pemain berkualitas luar biasa. Tapi kita butuh lebih dari itu,” kira-kira begitu komentar seorang analis yang kerap mengikuti latihan The Reds.
Memang, jika Liverpool ingin bertahan lama di Liga Champions dan sekaligus finis di posisi terbaik di liga, kerja keras masih menanti. Masalahnya seringkali ada di sepertiga akhir lapangan. Kelemahan defensif seperti yang terjadi di Bournemouth akhir pekan lalu mungkin bisa disebut anomali. Tapi yang seringkali kurang adalah ketajaman final di depan gawang lawan.
Di sinilah Wirtz dan Ekitike memegang peran krusial. Mereka harus tetap konsisten, bahkan terus meningkat, sekaligus mendongkrak performa pemain seperti Cody Gakpo atau Mohamed Salah. Tanpa kontribusi maksimal dari duo anyar ini, target musim ini akan terasa sangat berat.
Tapi kalau mereka bisa mempertahankan ritme ini atau bahkan lebih baik lagi maka angin segar mungkin akan berhembus. Perlahan, tekanan pada bahu Arne Slot pun bisa mulai berkurang. Jalan masih panjang, tapi setidaknya ada cahaya yang mulai terlihat.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares