Prabowo Langsung Tinjau IKN, Sinyal Komitmen atau Sekadar Kunjungan Seremonial?

- Selasa, 13 Januari 2026 | 13:24 WIB
Prabowo Langsung Tinjau IKN, Sinyal Komitmen atau Sekadar Kunjungan Seremonial?
Kunjungan Perdana Prabowo ke IKN

Baru sehari setelah pelantikan, Presiden Prabowo Subianto sudah melangkahkan kaki ke Ibu Kota Nusantara. Kunjungan perdana itu berlangsung Senin kemarin, di mana ia menghabiskan satu malam di lokasi proyek megah itu. Selasa pagi, ia bertolak ke Malang, Jawa Timur, meninggalkan IKN yang masih penuh debu dan harapan.

Lantas, bagaimana tanggapan para wakil rakyat? Ketua DPR, Puan Maharani, menyebut bahwa lembaganya akan menampung segala masukan dari pemerintah terkait kunjungan tersebut.

“Terkait dengan Pak Prabowo mengunjungi IKN, tentu saja kita akan menampung masukan atau kemudian informasi yang nanti didapat dari pemerintah terkait dengan kunjungan Bapak Presiden,”

ucap Puan di Kompleks Senayan, Selasa.

Di sisi lain, ada nada yang lebih optimis. Rifqinizamy Karsayuda, Ketua Komisi II DPR, melihat kunjungan ini bukan sekadar formalitas. Menurutnya, ini adalah pesan politik yang jelas tentang perhatian serius Prabowo terhadap masa depan IKN.

”Kita senang itu pesan politik kedua,” jelas Rifqi.

“Pesan politik pertama adalah diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 kan, yang menyebutkan IKN sebagai ibu kota politik di tahun 2028. Pesan politik kedua kemarin, Presiden Prabowo hadir dan ingin memberikan pesan kepada kita bahwa beliau bukan sekadar mengunjungi dan meninjau tapi juga memberikan perhatian kepada IKN.”

Harapannya jelas: komitmen untuk menyelesaikan proyek sesuai target di Perpres itu. Termasuk satu hal krusial yang masih menggantung: restu presiden untuk memindahkan ASN.

Rifqi mengungkapkan, Menteri PANRB sebelumnya telah menyampaikan blueprint pemindahan itu kepada DPR. Rencananya sudah matang, bahkan rusunawa untuk menampung ribuan pegawai pun sudah berdiri.

“Tapi tentu mereka harus menunggu restu dari presiden,” ujarnya.

“Nah, saya kira setelah presiden mengecek sendiri tadi malam mudah-mudahan hal ini bisa segera diputuskan. Karena kalau enggak mubazir. Sudah punya rusun untuk 15.000 orang tapi belum ditempati.”

Kunjungan singkat itu, tampaknya, meninggalkan pekerjaan rumah yang tidak singkat. Semuanya kini bergantung pada keputusan yang diambil di meja hijau, jauh dari lokasi proyek.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar