Kekhawatiran Pasokan Minyak dari Venezuela dan Rusia Dorong Harga Melonjak

- Selasa, 23 Desember 2025 | 07:12 WIB
Kekhawatiran Pasokan Minyak dari Venezuela dan Rusia Dorong Harga Melonjak

Harga minyak mentah kembali merangkak naik di akhir perdagangan Senin kemarin. Sentimen pasar kali ini didorong oleh kekhawatiran bakal terganggunya pasokan dari dua negara produsen utama: Venezuela dan Rusia.

Minyak Brent, patokan internasional, melonjak USD 1,60 atau sekitar 2,7 persen, mengunci harga di angka USD 62,07 per barel. Sementara itu, minyak AS jenis West Texas Intermediate (WTI) juga ikut menguat, naik USD 1,49 ke level USD 58,01 per barel. Data ini dikutip dari Reuters, Selasa (23/12).

Di Venezuela, ketegangan dengan Amerika Serikat kian memanas. Baru Minggu lalu, kapal US Coast Guard berusaha mencegat sebuah kapal tanker minyak. Menurut pejabat AS, kapal itu diduga dipakai Venezuela untuk mengelak dari sanksi secara ilegal.

Ini sudah jadi operasi ketiga AS sepanjang Desember ini. Presiden Donald Trump bahkan sudah terlebih dulu mengumumkan blokade terhadap kapal-kapal tanker yang kena sanksi, baik yang mau masuk maupun keluar dari Venezuela. Gara-gara langkah tegas ini, pelaku pasar mulai waswas. Ekspor minyak Venezuela, yang menyumbang sekitar 1% pasokan global dan banyak dibeli China, berisiko terganggu serius.

China sendiri sudah angkat bicara. Mereka mengecam penyitaan dan pencegatan kapal negara lain oleh AS, menyebutnya sebagai pelanggaran berat hukum internasional. Komentar ini muncul setelah AS mencegat kapal tanker tujuan China di dekat Venezuela pada Sabtu (20/12).

Di sisi lain, gejolak geopolitik juga terjadi di kawasan lain. Serangan drone Ukraina di sebuah pelabuhan Rusia di Laut Hitam dilaporkan merusak dua kapal dan dua dermaga. Serangan itu bahkan memicu kebakaran di sebuah desa pesisir di wilayah Krasnodar, Rusia.

Kondisi ini membuat analis pasar berpikir keras. Konsultan Ritterbusch and Associates menyoroti situasi yang serba tanggung.

"Kami perkirakan konsolidasi akan berlanjut minggu ini, seiring volume perdagangan yang tipis karena liburan. Di satu sisi, fundamental minyak memburuk, tapi di sisi lain premi risiko geopolitik terkait Ukraina, Rusia, dan Venezuela masih harus dipertahankan," ujar mereka.

Memang, Laut Hitam bukan sembarang tempat. Kawasan itu adalah jalur vital untuk ekspor energi, terutama minyak mentah dari Rusia. Gangguan di sana, sekecil apa pun, langsung menggoyang pasar.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar